Sunday, July 3, 2011

Review Novel Metropop : MISS PESIMIS (AliaZalea)


Ehm … okke, saat ini detik ini sekarang ini …

Ezza said : okke.. gak usah banyak basa-basi
Linna : oke oke..

Pertama-tama, Linna panjatkan puji dan syukur karena masih di beri kesempatan untuk kembali mengurus blog yang sebenarnya sudah lama patut di buang …

Linna : di buang ? jahat amat ?
Ezza : lha yang ngomong yo siapa to nduukk..

Intinya, Linna seneeeng banget akhirnya bisa kembali menulis blog setelah vakum … katakanlah sekitar 1-2 bulan terakhir ini… ya ampppuuuunnnn … itu udah gawat kan ? iya kaaan ? kritis malah soalnya dalam tenggang waktu segitu nggak menutup kemungkinan kalo setelah ini bener-bener nggak ada yang mau mampir kesini lagiiii … (boro-boro… sering update pun nggak ada pengunjungnya ??). Hiks … sedih amat sih nasib blog ku ini, udah kecil, miskin, idup pula (heh ??). Tapi .. apapun itu , Linna juga mau ngucapin minta maaf untuk temen-temen yang masih sempet-sempet mampir walaupun sekedar buang nafas sebelum sedetik kemudian pasti di close (merana amat ya?) karena Linna bener-bener susaaaah banget nemuin mood yang tepat untuk kembali rajin nulis blog kayak dulu lagi ?? Menurut kalian yang bikin mood-ku nggak muncul karena apa ya ? Ide? Layout? Bingung? Merana? Nasib …

Ezza : Stop it! Biar gue yang jawab ..
Linna : Ya ?
Ezza : itu emang dasar lo nya aja yang males
Linna : huh –

Mungkin seperti perubahan perlahan kayak seorang penyanyi cilik menjadi penyanyi remaja.. maka akupun akan coba untuk meremajakan kulitku blog-ku setelah vakum dari blog sinopsis – ke blog suju – ke blog korea – ke blog diary – ke blog hobby – sekarang blog-ku akan kuputar menjadi blog hobby (lagi??)… tetap maksudnya, tapi karena hobby ku belakangan ini adalah baca novel dan nonton film .. walaupun nggak semuanya dan hanya favoritku saja mungkin, aku akan coba nyeritain kesan dan pesan ku terhadap favorit-ku tersebut.
  

Sebelum-sebelumnya sih Linna udah pernah yaaa bahas novel favoritku dari pengarang favoritku yaitu Ilana Tan … yang sampai sekarang kesan-nya masih kerasa… aku masih cintaaaa banget sama novel-novelnya. Dan karena kak Ilana ini lah muncul sesuatu dari dalam diriku yang membuatku untuk lebih suka ngincer novel-novel Metropop daripada Teenlite *sebenernya aku juga nggak tau itu karena emang faktor kak Ilana atau factor umurku dimana aku sendiri udah kelas 3 SMA sehingga males baca cerita2 SMA yang mayoritas ada di Teentlit*, tapi walau bagaimanapun, saat ini aku emang lagi jadi pecinta Metropop dulu deh …

Well, kemaren *maksudnya kemaren beberapa bulan yang lalu* setelah keliling rental, aku dapat novel metropop yang lumayan bagus-bagus kayak yang judulnya Touch my Star , tapi setelah itu kebanyakan aku baca novel-novelnya Retni SB *dan kayaknya kak Retni ini sekarang udah jadi kandidat pengarang favorite-ku deh*. Dan tak lama kemudian, aku dapat lagi kandidat pengarang favoritku yaitu kak AliaZalea untuk 3 novelnya yang kuanggap bagus. Sayangnya , aku heran kenapa pengarang favoritku itu selalu ngeluarin buku yang dikiiiiit dikit selalu *kak Ilana baru 4 novel, kak Alia baru 3 novel noh*

Novelnya kak AliaZalea ini baru aku beli liburan ini –makannya aku masih bisa komen soalnya kesannya masih ada -. Dan sekarang aku mau coba Review novelnya kak AliaZalea yang judulnya MISS PESIMIS :

Taraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...................


MISS PESIMIS



Jujur aja, kalo aku nggak buka pelapis plastiknya di tokobuku mungkin aku nggak akan jadi beli *oh, plis jangan bilang-bilang ke pegawai togamas yaaa*

Ezza : jangan sebut merek, bego !
Linna : Uuuupppps…

Ya gitu deh … kalo aku nggak coba ngintip ke dalem bukunya emang sebenernya aku nggak niat beli sih. Tapi ada beberapa faktor yang bikin aku tertarik beli. Pertama, buku tersebut adalah karangannya AliaZalea *aku pernah baca salah satu novelnya yang lain dan aku yakin bagus cuma sayangnya pake acara hilang dijalan dan nggak ketemu* jadi aku cukup tertarik. Kedua, setelah plastiknya aku buka… aku cukup terkejut lho sama sampulnya dan sinopsis pendek di belakang sampul sama percikan tulisan yang nggak sengaja aku baca dari hasil ngintip (heh??) karena ternyata walaupun aku cuma baca sedikit tapi aku bisa pastiin pasti bagus sehingga akhirnya ….. okedeeh … beli dooong ..

Pokoknya yang perlu diinget adalah… don’t judge a book by a cover, karena hal itu terjadi waktu aku beli nih novel. Tapi tetep aja aku akan jauh lebih seneng kalo kapan-kapan sampulnya dig anti habis nggak mendukung sama ceritanya sih… bagus gitu ,,, hehe…

Novel ini bercerita tentang seorang wanita bernama Adriana Admiranda :

“Namaku Adriana Admiranda dan aku adalah perempuan paling merana di dunia ini. Umurku tiga puluh tahun, masih single tanpa ada prospek suami. Perempuan single berumur tiga puluh tahun saja  mungkin masih isa diterima, tapi perempuan single, tiga puluh tahun, masih perawan dan cinta mati pada seorang laki-laki semenjak dia SMP, nah… itu agak jarang. Sayangnya perempuan itu adalah aku….”

Yang tanpa sengaja bertemu dengan rekan kerja barunya bernama Ervin, dimana pertemuan tersebut selalu membuat Ardi malu sendiri ..

“Beberapa kali sebetulnya orang bisa bikin mau diri sendiri dalam satu hari? Selama ini aku menyangka bahwa satu kali sudah cukup. Dua kali kalau memang lagi sial. Tapi hari ini aku memecahkan rekor dengan melakukannya tiga kali..”

Maksudnya, yang pertama dia ketemu Ervin waktu di lift berangkat kerja *dia melakukan sesuatu yang membuatnya merasa malu*. Kedua, meskipun awalnya ia yakin bahwa itu adalah pertemuannya yang pertama dan terakhir tapi siapa sangka kalo ternyata mereka menunggu di lobi yang sama untuk pekerjaan yang sama pula yaitu berangkat ke Cincinnati. Dan terakhir, Adri kembali mempermalukan diri dihadapan laki-laki tersebut ketika ia mengalami kendala di tempat parkir dimana dia seharusnya menekan tombol kunci mobilnya dan justru menekan panic-button.

“…. Aku menekan tombol ntuk membuka kunci mobilku. Tapi dasar sial, aku justru menekan panic-button. Bunyi nyaring alarm mobilku mulai mengisi seluruh pelataran parker. Aku buru-buru mencoba mengatasi keadaan, tetapi ketika menekan tombol yang seharusnya mematikan alarm itu, tidak ada yang terjadi. Dalam kepanikan, aku mendenger suara di belakangku…. “ *saat Ervin yang tiba-tiba datang untuk menawarkan bantuan*

Laki-laki dengan nama Ervin Daniswara ini ternyata cakep lho…

“Setelah kuperhatikan beberapa saat, ternyata dia bukan hanya ganteng, style-nya yang serbarapi sangat cocok untuknya. Rambutnya yang lurus di-gel sampai jabrik. Ada sesuatu dari caranya memandang orang-orang di sekitarnya yang kudapati sangat menarik……”  dan Adri mengakui bahwa Ervin memiliki wajah seperti Dewa Yunani.

Karena pekerjaan mereka yang sama *dimana keduanya boarding ke luar negeri* sehingga pada akhirnya mereka menjadi sahabat baik. Bahkan Adri pun tahu kalau ternyata Ervin adalah seorang super-playboy. Jadi disitu Adri membiasakan diri bersahabat dengan laki-laki yang punya hobby gonta-ganti pasangan date.

Adri sendiri walaupun awalnya terpikat dengan ketampanan Ervin, tapi sebenarnya dia adalah seseorang yang terobsesi dengan teman SD sampai SMP-nya.

“…. Aku sangat terobsesi dengan Baron, sejujurnya satu-satunya alasan yang bisa keluardari mulutku adalah bahwa Baron-lah cowok yang paling sempurna di mataku. Dia hampir selalu jadi juara kelas, dia dari keluarga yang cukup berada, setahuku agamanya sama denganku, tapi yang lebih penting dari itu semua, Baron adalah salah satu cowok paling ganteng yang pernah kulihat sepanjang hidupku……”

Adri sangat ingin dan selalu mengharuskan dirinya untuk bisa menghubungi Baron sebelum ia terikat oleh Ervin dan ia nggak mau terjebak sama sifat playboynya Ervin sendiri.  Dan tak lama setelah itu, ia pun akhirnya bertemu dengan Baron di Singapure, dan mereka langsung tukeran kartu nama biar gak lost contact kayak dulu.

Siapa sangka kalau ternyata Baron itu ternyata adalah teman SMA-nya Ervin (dunia begitu sempit). Dan ketika Baron hadir di antara Adri dan Ervin yang hubungannya sedang semakin dekat, Baron justru mengaku bahwa ia juga terobsesi dengan Adri hanya saja belum sempat mengungkapkan perasaannya Adri sudah terbang ke luar negeri. Dan konflik pun mulai bermunculan. Mulai dari perkenalan teman Ervin kepada Adri yang temannya itu ternyata adalah Baron. Kemudian, lamaran Baron kepada Ardi. Ketika Ervin mulai menyadari bahwa ia tak bisa merelakan Ardi untuk Baron, bahkan ia tak rela ketika tahu bahwa obsesi Baron – sahabatnya – selama ini adalah Ardi. Dan dilemma perasaan Ardi untuk menerima lamaran Baron – memikirkan perasaan Olivia temannya yang sangat ia sukai – dilemma keberadaan Ervin dalam hidupnya.

Sampai akhirnya, Adri memutuskan untuk melepaskan Baron untuk Olivia karena ia berfikir Olivia jauh lebih mencintai Baron daripada dirinya. Tetap saja Adri merasakan kekecewaan yang sangat mendalam dan putus asa meskipun ia tahu Ervin selalu ada di sampingnya …

Komentarku untuk novel ini :
Aku suka banget sama alur ceritanya yang tragis namun menyentuh. Aku suka sekali dengan cara AliaZalea membuat alur cerita yang kreatif sehingga pembaca tidak bosan bahkan larut ke dalamnya. Ia bisa menyajikan kesan pertama yang baik agar pembaca terus merasa penasaran dan terus membalik kertas ke halaman selanjutnya.

Aku juga suka sama cara Alia menjelaskan dan mendiskripsian setiap detail setting dan tokohnya sehingga pembaca bisa merasa menjadi si Aku dalam cerita tersebut. Bahkan karakter aku yang ia ciptakan sama sekali tidak membosankan.

Tulisannya rapih, runtut, sederhana, menyenangkan, tidak melenceng kemana-mana, dan aku sukaaa banget sama gaya bicaranya AliaZalea *gaya bicara yang paling aku sukai selai gaya bicaranya Ilana Tan, Stephanie Meyer, ataupun Andrea Hirata*

Ia mampu mengurutkan alur yang baik dari mulai muncul konflik – klimaks – sampai penyelesaian masalah yang menurutku “wow … “ , cerita itu berakhir dengan baik. Puas , tidak menggantung…
Untuk jalan ceritanya , aku suka sama sifat-sifat tokoh utamanya si Adri dan Ervin. Meskipun aku agak nggak terlalu setuju sama obsebsi Adri waktu SMP yang kebawa sampe sekarang. Aku juga nggak terlalu suka sama sifat Baron. Aku malah paling suka sama sifatnya Ervin, apalagi kalo dia lagi marah atau jealous. He’s so sweet, I think …

Untuk kritiknya sih , mungkin aku kurang setuju sama tema dalam cerita yang mengandung unsur free sex. Aku nggak tahu kenapa, apakah mungkin pengarangnya memang memiliki ciri khas sendiri berbau tanda kutip, atau bawaan pengarangnya yang memang sekolah di Negara bebas, atau aku-nya yang emang nggak terbiasa sama cerita seperti itu *habis kalo orang asli Indonesia kayak aku , hal kayak gitu kan masih terdengar tabu – tapi kupikir pengarangnya juga tau kok ^^*… tapi yang pasti .. aku tahu tujuan AliaZalea membuat kesan adanya free sex dalam novelnya ini karena memang itu lah yang ia angkat. Aku setuju aja dengan idenya yang kalo mau tragis nggak usah tanggung-tanggung … tragis sekalian, tapi toh akhirnya tetap berakhir dengan menyentuh, sesuai harapan, dan happy ending kan ? Bahkan kalo kita bener-bener paham sama cerita yang di angkat, sebenernya alur itu ditujukan untuk kedua tokoh utama agar berakhir dengan kesan yang tidak dibuat-buat.

Intinya sih … sebenernya aku suka kok sama keseluruhan cerita ini…
Meskipun pelarian Adri yang salah untuk mengembalikan perasaannya , tapi kalo untuk novel ini cocok-cocok aja . Habisnya , kalo aku mikirin pelarian Adri yang lain, maka ketika alurnya ingin membawa Adri untuk dekat dengan Ervin akan terasa terlalu biasa berhubung di novel ini juga dibicarakan mengenai obsebsi, perasaan, kesadaran, dan sifat-sifat bertolak belakang. Ku pikir AliaZale cukup pintar kok melakukan mixing untuk banyak konflik di dalamnya…


Fuuuh..  akhinya selesai juga Lina review salah satu novel AliaZalea ini…
Semoga temen-temen tertarik untuk ikut membaca…
Thanks ,sampai ketemu di postingan berikutnya … dadaaaahh


Salam,


LinaEzaa