Thursday, January 29, 2015

Review: Katakan Cinta

|

Katakan Cinta
Katakan Cinta by Johanna Lindsey

My rating: 4 of 5 stars



Sama seperti kata yang lainnya,bahwa di novel ini kita akan menemukan karakter hero yang cukup berbeda dengan yang biasanya kita temukan di seri malory ini. Yap, karakter Derek emang bukan yang bad boy, bahkan dia adalah pria yang sangaaat baik dan romantis. Di novel ini kita akan selalu diberikan kisah yang tidak menjadikan salah paham sebagai pemicunya. Hampir semua konflik merupakan tema lain, dan apa yang mungkin bisa menjadi pemicu salah paham dihadirkan dengan saling pengertian antar tokohnya. Aku suka sama tokoh Kelsey dan Derek ini. Mereka punya chemistry yang pas dari awal hingga akhir, bahkan aku suka sama Kelsey yang sangat pengertian dan mudah memaafkan. Dan kemudahan Kelsey dalam memaafkan ini tidak kemudian di panas-panasi dengan konflik yang lebih ekstrim, justru semakin kesini semakin diperlihatkan bahwa Derek dan Kelsey semakin dekat dan serasi.


Aku sukaaa penggambaran konflik ketika Kelsey diculik. Ketegangannya nggak berhenti-berhenti hingga akhir. Dan rasanya pingin banget teriak 'cepeeet. cepet derek selametin Kelsey cepeeet'

Dan Kelsey harus diacungi jempol dengan sifat tidak menyerahnya dan kemauan kerasnya untuk kabur, bukannya memasrahkan diri untuk diperkosa. Suka banget deh dengan heroin yang kayak Kelsey ini, hampir mirip regina dan amy. Nggak terlalu banyak menuntut, gampang bersyukur, dan nggak mudah menyerah. Apalagi kejujuran yang merupakan salah satu sifat tokoh yang paling aku sukai, dan selalu aku sukai. Semua konflik dihadirkan dengan manis dan cukup sesuai porsinya. Saking penasarannya, akhirnya novel ini selesai dalam waktu sehari dan jujur disini aku penasaran mulu dan pingin cepet-cepet tahu endingnya. Hihihi.



View all my reviews

Wednesday, January 14, 2015

Review: Seduce Me at Sunrise

|

Seduce Me at Sunrise

My rating: 5 of 5 stars



Aaaaaaaa suka banget sama si Merripen dan Win suka suka suka bangeeeeetttt

Bintang 5 ini aku taruh karena karakternya yang gak berhenti bikin gemesss.

hubungan Kev dan Win ini sudah menarik hatiku jauh jauh dari aku baca kisahnya Amelia dan Cam, bahkan di seri pertamanya aja aku jg udah bilang kan kalo dua tokoh itu mencuri perhatianku dan bikin aku penasaran banget.

And here we go,
akhirnya aku baca juga novel ini. Udah penasaran bangeeet dan jujur aku sebenernya males banget baca novel historical romance yaaaang masih bahasa inggris. Beneran deh pingin dapet terjemahannya tapi gak dapet dapet dan udah penasaran banget yaudah deeeeh akhirnya aku download aja ebooknya dan harus bertahan baca dan lamaaa..


Dari awal baca buku ini nggak tau kenapa, mungkin karena udah excited bakalan baca kisah mereka, ketika aku baca buku ini dari awal isinya dah pingin teriak-teriak aja. Menariknya, kedua tokoh ini merupakan tokoh yang nggak baru kenal tapi udah sekian lama saling tertarik. Dan lucunya, entah Kev atau Win itu sudah saling memuja, hanya saja karena Kev takut dengan masa lalunya dia nggak pernah mau ngungkapin rasa cintanya yang teramat dalam kepada si Win ini.

Gemes banget deh sama Merripen. Di seri pertama ia memang terkesan cuek, dingin, meskipun baik hati. Tapi kalo udah berhadapan sama Win, he can be sooo adorable and romantic. Betapapun berusahanya dia untuk tidak menspesialkan Win, tapi rasanya si Kev ini reflek aja apa-apa nggak bisa lepas dari Win. Apapun yang terjadi pada Win, Kev selalu ada disana. Dari sisi Win juga, selain udah jatuh cinta dari pandangan pertama sama si Merripen, dia juga nggak bisa pura-pura buta untuk merhatiin kalo sikap Merripen terhadapnya itu bukan sekedar keluarga, adik, saudara, atau teman, tapi jauh lebih daripada itu. Hanya saja memang Win sempat hampir menyerah karena Kev tu keras kepala banget buat ngaku kalo dia cinta sama Win.

Dulu kesehatan WIn yang sering menurun itu merupakan alasan Kev buat lebih merhatiin Win, tapi ketika Win sudah sembuh, jelas perhatian Kev bisa menjadi sesuatu yang lain. Dia nggak pernah ngeliatin itu, tapi tubuhnya selalu bertindak sesukanya and it comes tooo sweet :D

Aku suka sama Win. Aku suka kekeras kepalaan dia buat bisa berhasil bikin Kev ngaku, tapi aku juga suka sama caranya dia akhirnya menyerah karena Kev nggak berada dipihaknya ketika dia berada dalam posisi sulit, tapiii aku juga suka banget sama Win yang nggak pake protes waktu akhirnya Kev akhirnya juga menyerah sama Win sampe melakukan penculikan.

I can say, di novel ini memang nggak banyak komedinya. Karena Lisa Kleypas emang dari awal kalo nulis udah deh romantiiis banget. Dan novel ini pun begitu, meskipun serius tapi jatuhnya nggak pernah membosankan. Selalu cerita jadi menarik dan romantis.

Suka banget sama Kev sama Win, mereka ini udah kayak ada benang merahnya. Katakanlah mereka ini nggak bisa deh dipisahin, seberapapun usaha mereka untuk berpisah, mereka selalu nyatu lagi. Yah, namanya udah cinta.

Suka banget waktu si pelayan Win cerita kalo waktu Win pergi ke Perancis, Kev itu milihin wallpaper sampe bikin tukangnya kesel garagara dia keukeh pingin milih sendiri sampe 100an ada tuh dibawa. Dan dia juga milihinnya udah yang kayak Win banget, kayak yang tau cuma Kev doang. Apalagi waktu Win inget, waktu dia dulu sakit dan nggak bisa apa-apa kecuali melihat keluar jendela, Kev yang takut tinggi sampe berusaha naik pohon dari luar kamar Win cuma biar Win bisa ngelihat pemandangan di luar jendela dengan jelas. Siapa yang nggak jatuh cinta coba sama orang yang nggak mau ngaku cinta tapi merlakuinnya sampe gitu banget. Udah gitu dia bilang kan, si Merripen ini, katanya 'Langit harus selalu terlihat biru untuk Win'.

Kyaaaaa~ pingin tereak deh baca nih novel. Si Kev ni luar biasa deh kalo udah sekalinya jatuh cinta, nggak ada yang bisa ngalahin bahkan kekeraskepalaannya pun nggak mempan buat mematahkan perasaannya itu hahahha