REVIEW PRIVATELY
Novel ini menghadirkan pengalaman membaca yang langsung terasa “tidak beres” sejak awal. Cerita dibuka dengan kepindahan Islan dan Naka ke sebuah rumah baru di desa yang terpencil dan terisolasi. Alih-alih menjadi tempat tinggal yang nyaman, suasana desa justru terasa janggal sejak hari pertama. Keanehan tidak datang secara eksplisit, tetapi melalui detail-detail kecil yang mengganggu. Cara warga menyambut, ekspresi yang sulit dibaca, hingga keberadaan satu-satunya tetangga yang terasa “tidak wajar” menciptakan atmosfer yang mencekam. Ditambah dengan ilustrasi yang hidup, nuansa horor dan tekanan psikologisnya terasa semakin kuat, seolah pembaca bisa ikut merasakan aura tidak nyaman yang menyelimuti desa tersebut. Namun, di balik lapisan misteri dan ketegangan, cerita ini tidak hanya berdiri sebagai thriller. Justru, kekuatan lain dari novel ini terletak pada hubungan antar karakternya. Hubungan Naka dengan ibunya ditulis dengan emosi yang sangat kuat dan menyentuh. Ada kedalaman ra...