Thursday, August 10, 2017

Review: Forbidden

|
Forbidden

My rating: 4 of 5 stars

FULL SPOILER WARNING !!! BE CAREFULL! HATI HATI

Sumpaaah demi apaaa aku udah nangis dari emm sepertiga buku, dan bayangin aja deh gimana aku bikin lautan air mata di atas kasur karena bertahan baca buku ini sampe akhir.

kind of challenge ya aku akhirnya mau menguatkan diri membaca buku yg tragis kayak gini apalagi sampe berhasil nyelesein (perjuangan bgt soalnya beberapa kali hampir nyerah baca karena takut baca endingnya), soalnya, yaaah daridulu aku ga pernah suka sama novel2 sad ending. Ini serius ya, aku ga suka sama cerita2 sad ending karena terlalu realistis, karena pada kenyataannya ya emg itulah yg akan terjadi dan itu yg bikin nyesek banget. Padahal kan aku maunya baca novel utk kabur dari kenyataan bukan dihadapkan pada kenyataan sepedih ini. Anyway, akhirnya aku tetep baca buku ini karena.... yah karena aku penasaran kenapa orang2 bilang ini buku rekomendasi banget. Kalo secara objektif ya emang jelas buku ini rekomended bgt, bahkan aku bakalan rekomendasiin buku ini untuk beberapa orang buat nyari temen nangis hahaha

Saturday, August 5, 2017

Review: Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990

|
Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990

My rating: 5 of 5 stars

Novel ini bagiku cukup mengerikan...
mengerikan kalau sosok Dilan ini beneran ada.

Pasti dicari-cari.
Dimana di dunia ini ada laki-laki semanis Dilan?
Caranya bicara dan sikapnya bikin kita pingin bergelayutan dan nggak lepas-lepas. Bikin bulu kuduk berdiri, bikin berdebar-debar, juga pingin menangis bahagia..

Membaca novel ini,
aku ikut jatuh cinta setengah mati dengan Dilan.

Lagi-lagi,
kupikir akan mengerikan kalau karakter semacam Dilan ini beneran ada..
soalnya aku juga mau satu.. dan semua pembaca pasti juga mau satu.

Aku berharap ada kisah bahagia dari sisinya hingga akhir. Plis...

Friday, August 4, 2017

Review: Priceless

|
Priceless

My rating: 5 of 5 stars

Akhirnyaaaaaa... setelah bersabar dengan 8 buku seri ini, aku dapet lagi yang bisa diganti fullstar!
Awalnya agak pesimis takut nggak begitu bagus ceritanya, karena ini tentang Sarah, yang aku terakhir lihat dia memang kayak nggak bisa apa-apa.

Oh! But this story is about that vulnerable girl and about how insecure she is.
Dan aku selalu jatuh hati dengan cerita semacam ini.

Well, aku cuma butuh baca sekitar... yah... satu chapter pertama dan aku langsung merasa akan memberikan novel ini full stars! Syukurlah novel ini sama sekali nggak mengecewakan. Karena sampai terakhir pun novel ini nggak berhenti bikin aku pingin jejengkrakan. Bagus bangeeettt...

Nyaris ngingetin aku sama frigid, seriously, tapi yang frigid masih ada kekurangannya, sedangkan ini.. ewww nggak nemu kurangnya. Bawaannya aja habis baca cuma pingin muji-muji doang. Titik.

Sunday, May 14, 2017

Review: More Than Enough

|
More Than Enough

My rating: 4 of 5 stars

So finally i finish this series.
Total ada 4 buku dan akhirnya selesai semua. Yay!

Dan di akhir ini akhirnya aku nobatkan cerita Logan-Amanda still my most favorite one!

Sedangkan untuk buku ini sendiri aku sempat agak pesimis akhirnya. Aku lagi tidak begitu tertarik baca cerita yang tokoh utamanya masih tenggelam dalam duka karena cinta yang sebelumnya. Apalagi disini awalnya aja cukup tragis, bayanginnya aja susah.

Dylan bisa dibilang termasuk yang cukup mencuri perhatian di buku pertama. Soalnya dia diem banget, tapi kita bisa lihat dari perilakunya tentang apa yang dia pikirkan. Sifat posesifnya sama Heidi, dan hubungan mereka itu sendiri aku sempet berfikir kayaknya agak nggak mungkin kalau mereka pisah. Tapi setelah baca buku Logan trus Cam, aku jadi nggak terlalu berharap mereka balikan lagi sih.

Heidi dan Dylan itu pacarannya udah nyaris bebarengan sama Lucy dan Cam. Tapi bagus juga dilihatin kalau Lucy dan Cam bisa bertahan sedangkan Logan dan Heidi tidak bertahan. Jadi kita bisa dapat perbandingan yang jelas mana yang terlihat 'love forever' mana yang enggak (atau dikira Dylan cinta awalnya)

Sunday, May 7, 2017

Review: More Than Him

|
More Than Him

My rating: 5 of 5 stars

Baru sadar bahwa dari seri ini, buku kedua dan ketiga adalah sekuel, jadi aku review langsung dibuku kedua aja yaa..

Mau curhat dikit deh(yang gak mau baca skip paragraf ini). Belakangan ini banyak buku yang udah aku baca hampir setengah buku dan berhenti bacanya trus statusnya di GR aku ubah jadi 'pending'. Padahal buku-buku itu hitungannya udah rekomended banget, maksudnya: waktu aku baca reviewnya aja aku jadi pingin baca bukunya. Tapi sayang, name it: rock chick, Kulti, my life next door, trilogi gabriel inferno, semuanya punya rating buku di atas 4, dan temen2 GR lain juga banyak yang kasih bintang 5. So i think, why can't i feel good when read it? Bukan berarti aku merasa bahwa cerita-cerita di buku itu nggak bagus ya. Cuma belakangan karena terlalu banyak kesibukan dan hal yang bikin kepala ruwet, dan pilihan buku di santero dunia ini ada banyak banget, ditambah kesadaran kayaknya buku2 ini nggak akan pernah habis aku baca, jadi setiap baca buku aku harus tahu bahwa buku2 itu bakal bikin aku betah bacanya. Dan buku2 tadi, meskipun aku yakin sebenarnya bagus, tapi entah kenapa aku lambat banget bacanya dan itu berarti buku itu nyaris agak atau bisa dibilang punya kemampuan untuk bikin bosen. Jadi, beberapa akhirnya akus top dan setiap ganti ke buku lain trus nggak nemu2 lagi emosinya, aku ganti buku lain, gitu aja terus.

Friday, March 24, 2017

Review: Seduction and Snacks

|
Seduction and Snacks

My rating: 5 of 5 stars

This book is hilarious. Seriously. I laugh too much because of this piece of book. I do searching for comedy romance book lately that can make me laugh so much. There are some really funny and and I happen to love this book!

There are many things make this book worth to read and why this book is really funny.

Single mom's issues was the first thing catch my interest to read this book. And it's not only because the heroin was a single mom. But the hero happened to be her Dad's Son. So I really wanted to figure how the story would became. Honesty, I couldn't put this book down before I really finished it. Every scene inside only brought me to read more. Every moments was interesting and hilarious that I couldn't stop reading it.

Review: Love and Lists

|
Love and Lists

My rating: 4 of 5 stars

Dari baca serinya si Claire aku emang udah jatuh cinta banget sama nih anak. Baca ini serasa harapan dikabulkan karena melihat Gavin besar. Dan itu berarti aku lihat dia waktu masih 4 tahun, 5 tahun, 9 tahun, 10 tahun... iya trus langsung loncat aja ke 25 tahun biar dia ada cerita sendiri gitu gedenya kayak gimana. Ya nggak?

Sebenarnya aku masih kangen sama Gavin kecil. Yaampun dia itu lucu banget,, mulutnya tu lho nggak bisa diem, udah gitu celetukannya selalu bikin ketawa. Sekarang dia udah gede sih, udah pinter. Ehmm... sebenarnya aku lihat si Gavin kecil ada bayangin gedenya kayak gimana hehehe. Agak gak sesuai ekspektasi sih tapi ya ini udah imajinasinya si penulis oke aja sih. Soalnya aku kepikiran Gavin ini gedenya cool dan jenius gitu. Gatau deh kenapa mikir gitu, habis kecilnya dia bener2 unik banget, jadi agak berharap sama uniknya.