Postingan

Review: Will You Not Marry Me?

Gambar
Will You Not Marry Me? by Claeria My rating: 4 of 5 stars Berawal dari Sheren yang terlibat dalam sebuah kejadian tak terduga dengan seorang pria yang bahkan tidak ia ingat. Perasaan cemas membuatnya berusaha mencari tahu siapa sosok tersebut, terutama karena ia khawatir akan dampak yang mungkin timbul setelahnya. Pencariannya mengarah pada satu nama yang paling tidak ia duga, yaitu Jo, atasannya sendiri. Sosok yang selama ini dikenal dingin, kaku, dan penuh jarak. Jo pun melihat kejadian itu sebagai sebuah kesalahan, dan merasa perlu bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi. Dengan keyakinan itu, Jo mengajukan sebuah keputusan besar berupa pernikahan. Bagi Jo, ini adalah cara untuk menebus kesalahan dan menghindari rasa bersalah yang terus menghantuinya. Namun bagi Sheren, pernikahan bukan sekadar tanggung jawab. Ia menolak, karena sadar bahwa hubungan tanpa cinta hanya akan menyisakan luka di kemudian hari. Karakterisasinya langsung terasa sejak awal...

Review: Confessions

Gambar
Confessions by Kanae Minato My rating: 5 of 5 stars 1. Premis cerita dan tragedi awal Ini adalah novel  yang bikin aku bisa langsung membayangkan  semencekam apa kalau dijadiin versi film Jepang. Sekolahnya.  Suasana mencekamnya.  Kesunyiannya. Gak ada yang rela seorang anak pergi meninggalkan dunia mendahului orang tuanya. Apalagi jika orang tua tersebut adalah seorang ibu tunggal yang sudah memiliki banyak rencana masa depan cerah untuk putri semata wayangnya, Manami. Bahkan untuk lahir ke dunia saja, Manami sudah harus menghadapi banyak ketakutan. Keluarga ini sebenarnya hanya ingin mencari kebahagiaan. Tapi justru tragedi demi tragedi terus muncul. 2. Struktur cerita: multi POV dan kebenaran yang berubah Sejak awal narasinya terasa seperti sebuah pengakuan yang sangat personal. Bab pertama menggunakan POV orang kedua, dan langsung terasa bahwa cerita ini tidak hanya akan datang dari satu perspektif saja. Ada banyak POV yang muncul. Da...

Review: Winter Tea Time

Gambar
Winter Tea Time by Prisca Primasari My rating: 5 of 5 stars View all my reviews Menyelesaikan novel ini seakan mengingatkanku kembali kenapa Prisca Primasari menjadi top author romance favoritku sejak pertama aku comeback ke dunia membaca fiksi ini. Gaya tulisannya, caranya meramu cerita dan karakter, meski tidak semuanya selalu menjadi favoritku, tapi tiap kali ada yang benar-benar jadi favoritku, kesannya akan menetap di hatiku. Seolah mudah sekali untuk menjelaskan mengapa aku memfavoritkan buku-buku ini. Dan winter tea time, adalah novel Prisca kedua setelah scarlett yang memberikan vibes fantasi, dan ini, AKU SUKA BANGET. Ada beberapa tema yang diangkat dari novel ini: - Fantasi Magical Realism - Childhood to romance - Family Tapi lebih dari itu, novel ini memberikan makna tepat setelah aku menutup bukunya. Makna tentang waktu itu sendiri sangat menampar. Bersama Celia, bersama rasa frustasinya, kekecewaannya, kesedihannya, pu...

Review: Kios Pasar Sore dan Cerita Orang-orang Biasa Lainnya

Gambar
Kios Pasar Sore dan Cerita Orang-orang Biasa Lainnya by Reda Gaudiamo My rating: 4 of 5 stars Kumpulan cerpen yang sangat menyenangkan untuk dibaca.  Setiap ceritanya bisa relate banget, sangat gong, atau bisa jadi kurang terhubung karena mungkin lebih relate di orang lainnya, and that's okay. Aku merasa cerita-cerita ini tidak untuk di'makan' semua sama setiap pembaca yang baca cerita disini. Aku merasa ada beberapa cerita yang sangat berkesan, ada yang cukup menarik, dan adapula yang selewat saja atau sama sekali tidak aku pahami meskipun aku sudah berkali-kali mengulang bagian itu. Menurutku, judulnya sangat merepresentasikan pengalaman membacaku yang rasanya seperti lagi bergosip cerita tetangga atau orang asing yang 'gong' banget padahal mereka hanya orang-orang 'biasa' tapi punya cerita-cerita yang seringkali tidak kalah menarik dengan cerita-cerita para public figure. Bisa jadi itu cerita salah satu orang di ...

Review: Noceur : Lights

Gambar
Noceur : Lights by Renita Nozaria My rating: 4 of 5 stars Pengalaman membacaku terhadap Lights sebenarnya dimulai dengan sangat positif. Dari halaman pertama, novel ini langsung terasa hidup dan menyenangkan. Unsur komedinya bekerja dengan cepat—membuatku tertawa, terkikik, dan merasa bacanya ringan serta mudah diikuti. Di awal, aku benar-benar merasa masuk ke dalam ceritanya, sampai muncul keyakinan bahwa ini akan menjadi novel yang sangat seru untuk diikuti. Secara genre, Lights membawa kombinasi yang sebenarnya sangat dekat dengan seleraku: fantasi, romance, dan komedi. Dunia fantasinya dibangun dengan visual yang jelas, sehingga aku bisa dengan mudah membayangkan latar dan suasananya. World-building-nya terasa cukup hidup, dan elemen fantasi yang disajikan membuatku menikmati proses menjelajah dunianya. Ditambah lagi, humor yang hadir di beberapa bagian cukup membantu menjaga ritme baca dan membuat ceritanya terasa lebih hangat dan menghibur. Nam...

Review: Seminggu Sebelum Aku Mati - 내가 죽기 일주일 전

Gambar
Seminggu Sebelum Aku Mati - 내가 죽기 일주일 전 by 서은채 My rating: 5 of 5 stars Aku baca novel ini udah nangis dari halaman 50an sampai belakang nggak kehitung berapa kali. Dan aku menyelesaikan novel ini dalam sehari saja. Karena selain narasinya yang pendek-pendek setiap bab, novel ini juga page turner, dan tipis. Bercerita tentang bagaimana 6 Tahun setelah kepergian orang yang dicintai, hidup Hee Wan berjalan seperti mayat hidup. Tidak ada gairah, tidak ada arti, hidup hanyalah sekedar bernafas saja. Jadi adanya sebuah kenyataan bahwa ia akan mati seminggu lagi, juga tidak memberikan dampak yang berarti. Kecuali ketika orang yg seharusnya sudah tiada 6 tahun lalu itu, kembali hadir dalam kehidupannya tepat seminggu sebelum kematiannya. Dan selama seminggu itu, Hee Wan untuk pertama kalinya kembali bisa kembali merasa hidup. Dari judul saja kita sudah berekspektasi akan ada yang pergi kan tapi ceritanya nggak sesederhana judulnya. Kejadian yang diala...

Review: Noceur : Lights

Gambar
Noceur : Lights by Renita Nozaria My rating: 4 of 5 stars Pengalaman membacaku terhadap Lights sebenarnya dimulai dengan sangat positif. Dari halaman pertama, novel ini langsung terasa hidup dan menyenangkan. Unsur komedinya bekerja dengan cepat—membuatku tertawa, terkikik, dan merasa bacanya ringan serta mudah diikuti. Di awal, aku benar-benar merasa masuk ke dalam ceritanya, sampai muncul keyakinan bahwa ini akan menjadi novel yang sangat seru untuk diikuti. Secara genre, Lights membawa kombinasi yang sebenarnya sangat dekat dengan seleraku: fantasi, romance, dan komedi. Dunia fantasinya dibangun dengan visual yang jelas, sehingga aku bisa dengan mudah membayangkan latar dan suasananya. World-building-nya terasa cukup hidup, dan elemen fantasi yang disajikan membuatku menikmati proses menjelajah dunianya. Ditambah lagi, humor yang hadir di beberapa bagian cukup membantu menjaga ritme baca dan membuat ceritanya terasa lebih hangat dan men...