Sunday, May 14, 2017

Review: More Than Enough

|
More Than Enough More Than Enough by Jay McLean
My rating: 4 of 5 stars

So finally i finish this series.
Total ada 4 buku dan akhirnya selesai semua. Yay!

Dan di akhir ini akhirnya aku nobatkan cerita Logan-Amanda still my most favorite one!

Sedangkan untuk buku ini sendiri aku sempat agak pesimis akhirnya. Aku lagi tidak begitu tertarik baca cerita yang tokoh utamanya masih tenggelam dalam duka karena cinta yang sebelumnya. Apalagi disini awalnya aja cukup tragis, bayanginnya aja susah.

Dylan bisa dibilang termasuk yang cukup mencuri perhatian di buku pertama. Soalnya dia diem banget, tapi kita bisa lihat dari perilakunya tentang apa yang dia pikirkan. Sifat posesifnya sama Heidi, dan hubungan mereka itu sendiri aku sempet berfikir kayaknya agak nggak mungkin kalau mereka pisah. Tapi setelah baca buku Logan trus Cam, aku jadi nggak terlalu berharap mereka balikan lagi sih.

Heidi dan Dylan itu pacarannya udah nyaris bebarengan sama Lucy dan Cam. Tapi bagus juga dilihatin kalau Lucy dan Cam bisa bertahan sedangkan Logan dan Heidi tidak bertahan. Jadi kita bisa dapat perbandingan yang jelas mana yang terlihat 'love forever' mana yang enggal (atau dikira Dylan cinta awalnya)

Lanjut, jadi banyak review yang nggak mau kasih petunjuk siapa heroin di cerita ini. Well, that's fine. Me too.

Yang pasti disini Dylan nggak sama kayak Dylan di buku sebelumnya. Lebih hidup aja.

Trus... ah, sama masalah yang di part 2 itu emang bikin gemes banget. Maksudnya Dylan tu kayak nggak peduli siapa yang peduli sama dia. Jadi berasa egois tapi dia juga nggak mau membuka hatinya,. dan sayangnya si heroine juga nggak tau harus gimana pula hehe.

Aku suka banget pasangan yang lain di cerita ini muncul dan menghilangkan rasa rinduku sama setiap pasangan di buku sebelumnya. Mereka emang di luar keliatan petakilan dan nakal gitu ya, tapi kalo udah private gitu nggak ada yang tau aja mereka bisa nangis di depan setiap pasangan masing-masing, bahwa heronya sekalipun.

Jadi waktu baca seri ini, aku selalu bayangin kisah pasangan-pasangan sebelumnya. Kadang balik lagi ke kisahnya Cam Lucy, kadang ke Logan-Amanda, trus ngeliat mereka sekarang bahagia dan flashback waktu mereka lagi perjuangin satu sama lain itu bisa bikin meneteskan air mati lagi.

Overall, aku cukup puas sama seri ini walaupun nggak semua buku aku baca sampai selesai ya..


View all my reviews

Sunday, May 7, 2017

Review: More Than Him

|
More Than Him More Than Him by Jay McLean
My rating: 5 of 5 stars

Baru sadar bahwa dari seri ini, buku kedua dan ketiga adalah sekuel, jadi aku review langsung dibuku kedua aja yaa..

Mau curhat dikit deh(yang gak mau baca skip paragraf ini). Belakangan ini banyak buku yang udah aku baca hampir setengah buku dan berhenti bacanya trus statusnya di GR aku ubah jadi 'pending'. Padahal buku-buku itu hitungannya udah rekomended banget, maksudnya: waktu aku baca reviewnya aja aku jadi pingin baca bukunya. Tapi sayang, name it: rock chick, Kulti, my life next door, trilogi gabriel inferno, semuanya punya rating buku di atas 4, dan temen2 GR lain juga banyak yang kasih bintang 5. So ithink, why can i feel good when read it? Bukan berarti aku merasa bahwa cerita-cerita di buku itu nggak bagus ya. Cuma belakangan karena terlalu banyak kesibukan dan hal yang bikin kepala ruwet, dan pilihan buku di santero dunia ini ada banyak banget, ditambah kesadaran kayaknya buku2 ini nggak akan pernah habis aku baca, jadi setiap baca buku aku harus tahu bahwa buku2 itu bakal bikin aku betah bacanya. Dan buku2 tadi, meskipun aku yakin sebenarnya bagus, tapi entah kenapa aku lambat banget bacanya dan itu berarti buku itu nyaris agak atau bisa dibilang punya kemampuan untuk bikin bosen. Jadi, beberapa akhirnya akus top dan setiap ganti ke buku lain trus nggak nemu2 lagi emosinya, aku ganti buku lain, gitu aja terus.

Sampai akhirnya, aku berhenti di serial ini.

Buku pertama dari serial ini, sebenarnya udah lama aku bacanya, dan setelah buku pertama aku nggak lanjutin. Waktu itu sih mikirinya aku lagi niat banget baca semua serial nomor 1-nya doang hehe. Soalnya biasanya yang nomor berikutnya kan ratingnya lebih tinggi gitu ya, jadi aku mikirnya paling gak sebelum baca buku selanjutnya aku harus baca perkenalannya di buku2 pertama setiap serial. Eh, malah jadinya nggak ada kelar.

Nah, balik ke buku ini.
Kemarin karena bingung mau baca buku apa, aku kepikiran buat lanjutin serial ini karena serial ini adalah yang buku pertamanya selesai baca dalam waktu yang untukku terhitung cepat. Kayaknya aku juga inget buku pertamanya emosinya lumayan kaya, it's like i can feeling so much just reading that book. And maybe i need that kind of feel when reading.

So, aku ambil buku keduanya tanpa baca ini buku tentang siapa.

Dan well, ini tentang Logan, yang waktu aku baca buku pertamanya aku pikir aku nggak terlalu tertarik baca kisah romansanya dia. AKu lebih tertarik sama kisahnya Cam sama Daylan.

Tapi karena aku lupa ini bukunya siapa, jadi aku baca. Dan siapa sangka, aku nggak bisa berhenti membaca.

Selain aku nggak bisa berhenti baca buku ini, hampir sepanjang buku , dari More Than Her sampai More Than Him, hampir setiap halaman aku nangis. Bukan nangis yang sesenggukan dan tersedu2, ada sih yang kayak gitu tapi yang setiap halaman bukan nangis yang kayak gitu. Aku nggak ngerti ya, itu bener2 nyaris nggak sadar trus udah netes aja air mata. Sampai mata bengkak juga nggak nyadar kalau aku nangis hampir setiap buku.

It's what so good about this book.
Sejujurnya kalau disuruh jabarin 'apa sih yang bagus dari buku ini?', aku bakalan bingung. Aku nggak tau apa yang bikin aku netesin air mata, tapi yang pasti semua karena aku begitu terbawa oleh cara penulis menuturkan ceritanya. Mau dari sudut pandang Logan atau Amanda, nyaris setiap kalimat yang dituliskan, atau setiap dialog yang disampaikan selslu penuh emosi. Saking bagusnya menurutku pengemasan dialog dan kalimat di buku ini sampe aku berusaha tahan2 juga tu air mata tetep netes.

So, maybe i need this kind of book. Buku yang begitu kaya emosi, begitu kaya chemistry, dan bukan hal yang menye2 yang disampaikan. It's hurt, but a good hurt. Aku nangis, tapi bukan nangis sedih, cuma nangis karena begitu tenggelam dalam cerita sehingga cerita ini mampu meluapkan semua perasaan yang dirasakan oleh pembaca.

Ya, mungkin buku ini bukan buku favorit. Secara garis besar cerita mungkin bukan. Tapi secara pengemasan emosi menurutku ini bagus banget. Kalau butuh buku2 yang bisa bikin nangis2 tapi bukan nangis tragis atau sedih atau sad ending, aku pikir buku ini worth untuk dibaca. Selain itu, aku juga sempet gemes sama buku yang More Than Her, agak kaget waktu sampai halaman terakhir dan ternyata masih belum tamat. Untungnya itu masih ada lanjutannya. Baca bukunya ini lumayan cepet sih, apa emang tipis ya? Entahlah...

I actually looking forward for this kind of book. Happy ending yang tetep bisa bikin air mata berjatuhan tanpa disadari sepanjang buku. That's a good tears i think. Saking dalamnya perasaan yang dimiliki setiap tokoh untuk memperjuangkan satu sama lain itulah yang bikin buku ini menjadi begitu emosional.

APakah aku akan melanjutkan?
Of course.

Sekarang ini kayaknya aku emang baca buku yang dari awal nggak bisa berhenti baca. Karena buku ini waktu baca nggak sadar tiba2 udah setengah buku dan rasanya nggak pingin berhenti baca jadi aku bilang buku ini bagus. Bukan berarti buku yang awalnya lambat nggak bagus ya, tapi mungkin aku butuh cerita2 yang sejak awal udah memunculkan emosi atau inti ceritanya. Bisa jadi setelah ini akan lebih banyak buku yang aku skip karena awalnya terlalu lambat... hmmm/.. okay, see you to the next review!

View all my reviews

Friday, March 24, 2017

Review: Seduction and Snacks

|
Seduction and Snacks

My rating: 5 of 5 stars

This book is hilarious. Seriously. I laugh too much because of this piece of book. I do searching for comedy romance book lately that can make me laugh so much. There are some really funny and and I happen to love this book!

There are many things make this book worth to read and why this book is really funny.

Single mom's issues was the first thing catch my interest to read this book. And it's not only because the heroin was a single mom. But the hero happened to be her Dad's Son. So I really wanted to figure how the story would became. Honesty, I couldn't put this book down before I really finished it. Every scene inside only brought me to read more. Every moments was interesting and hilarious that I couldn't stop reading it.

Review: Love and Lists

|
Love and Lists

My rating: 4 of 5 stars

Dari baca serinya si Claire aku emang udah jatuh cinta banget sama nih anak. Baca ini serasa harapan dikabulkan karena melihat Gavin besar. Dan itu berarti aku lihat dia waktu masih 4 tahun, 5 tahun, 9 tahun, 10 tahun... iya trus langsung loncat aja ke 25 tahun biar dia ada cerita sendiri gitu gedenya kayak gimana. Ya nggak?

Sebenarnya aku masih kangen sama Gavin kecil. Yaampun dia itu lucu banget,, mulutnya tu lho nggak bisa diem, udah gitu celetukannya selalu bikin ketawa. Sekarang dia udah gede sih, udah pinter. Ehmm... sebenarnya aku lihat si Gavin kecil ada bayangin gedenya kayak gimana hehehe. Agak gak sesuai ekspektasi sih tapi ya ini udah imajinasinya si penulis oke aja sih. Soalnya aku kepikiran Gavin ini gedenya cool dan jenius gitu. Gatau deh kenapa mikir gitu, habis kecilnya dia bener2 unik banget, jadi agak berharap sama uniknya.

Saturday, March 18, 2017

Review: Kiro's Emily

|
Kiro's Emily

My rating: 5 of 5 stars

I didn't intended to read this book. Really. I had known how this story would be end, that there will no happy ending. I had catch a glimpse about Kiro and Emily in Harlow's story and it hurt so much. It hurt saw how her Dad adored her Mom so much when Emmy practically couldn't do anything. How she finally saw another side of her Dad, that was so sad when in whole book I annoyed with Kiro then he asked Harlow to follow and witness his only love for her Mom. Emmy was died outside and saw it and the way Kiro in front of Harlow's Mom was hurt so much. So when Harlow went to bathroom and cried because she never thought that Kiro was still in love in her Mom, i cried too. Even now when i remembered how sad that scene in Harlow's book i felt like i wanted to cry again. And here i just read the love Emmy had for Kiro.

It made so much worse because I knew who was Emily, really known her, so when I back to previous book and read about her, it was so painful.

Friday, March 17, 2017

Review: Puddle Jumping

|
Puddle Jumping

My rating: 5 of 5 stars

Finally found another favorite book!
OMG. I love this book. So. So. So much. Maybe i will read this book again. I have missed Colton and Lilly anyway.

I don't know why I finally took this book (and i always have this kind of reason every time i read a good, perfect book for me), i just remember ever saw this book and passed it. Then i was searching list of comedy romance book, there was this book. I was searching about Aspergers and there was this book. I searched about unrequited love, and also about childhood love and always cought this book. I didn't have any idea about this book. My friends like this book so much, and this book have a good rating. That's enough reason for me to read this book right?

So i read this book.

Thursday, March 16, 2017

Review: Rule

|
Rule

My rating: 4 of 5 stars

hmmm seru-seru..
berhubung aku suka sama cerita2 yang heroinnya bertepuk sebelah tangan jadi bagiku cerita inipun sama bagusnya dengan cerita cinta sebelah tangan lain yang pernah aku baca.

Mana karakter Rule ini kan bad boy ya bertolak belakang sama Shaw. Ih, tapi aku sukaaa. Waktu dia akhirnya ngelihat Shaw dia bener-bener berubah, jadi lebih sweet lebih protektif dan lebih perhatian gitu. Kalo katanya Shaw si Rule ini kan dulu cuma nganggep Shaw suka ngintilin si Remy ya. Masalah di dalam cerita ini juga seru.

Bagus sih ya aku suka ... ehm, ada tapinya sih. Mungkin akan lebih baik kalau diceritakan hari2 si Shaw cuma bisa melihat Rule dari jauh, yaa biar lebih kerasa gitu hurtnya dia cinta bertepuk sebelah tangan. Soalnya di awal cerita sampai sekitar 30 atau 40 persenan gitu aku masih nggak dapet sama karakternya. Si Shaw nggak terlihat vurnerable malah kelihatan cool di mata Rule. Trus Rule di awal juga nggak terlihat sekeren yang dideskripsiin Shaw. Di awal lhoo, tapi dari 30 persen ke belakang udah bagus sih, aku menikmati ceritanya hingga akhir..

Saturday, March 11, 2017

Review: Wallbanger

|
My rating: 4 of 5 stars

Ceritanya lucu, dari awal udah diceritain konfliknya kayak apa dan emang bikin gedeg banget deh.
Aku juga kalo jadi Caroline pasti kesel banget deh kalo tiap malem dengerin suara2 zina kayak gitu hahahhaha udah gitu sampe bikin dinding bergetar kan gimana gitu yakkk...

Suka banget waktu akhirnya Caroline labrak si Simon langsung... Kyaa kyaa gitudeh pertemuan pertama mereka.
Pertemua kedua okelah..
trus mereka genjatan senjata dan lama2 mereka jadi teman...

Ceritanya kayak biasa lebih ke temen jadi pacar gitu sih, dan disini perkembangan hubungan mereka juga manis banget. Aduh si Simon juga ya kalo sama Caroline tu bikin deg-degan mulu. Dia nggak kayak yang Caroline pikirin dulu, Simon itu baiiiik xD

Thursday, March 9, 2017

Review: Can You Keep a Secret?

|
My rating: 5 of 5 stars

So i have known for a long time that Sophie Kinsella is one of popular authors. I often see her books but i haven't really want to read them. I don't know. Maybe because she write book with 'chicklit' genre and i never read that genre so i don't put interest with her books. Now, after reading this book, i don't really understand what the different betweet chicklit and contemporary romance. No idea. Anyone can explain to me?

Anyway, I looooveeee this book. I'm searching for humor and funny romance book in goodreads, and I always see this book on the top list. I never read Kinsella's books but my GR friends's review of her books are positive, and i check the blurb and i feel like... 'it's okay, i will give it a try' and i read it.
Now I know why this book is put on the top list. This book is really hilarious, funny, light, i smile a lot, then i also cry. But i'm so happy. I'm happy read this book. This is! This is what i need right now! For days forward maybe i will still looking this kind of books until time i can back read some of books with dark story again (i'm intended to, but really, not right now in my currently mood and emotion)

Tuesday, March 7, 2017

Review: Making Faces

|
My rating: 4 of 5 stars

SPOILER IN SOME PARTS BUT I FORGET WHERE.

to be honest, i think i took a wrong book for my currently emotional state. Yes, i have my own problem and this book is really full of upside down parts.

i didn't expect that the story would bring so much emotions. I didn't think that there were so much heartbreaking in the story, and this book overwhelmed me in most of parts. The first maybe we would see about someone who fell in love with a boy with so much charm. Some cute parts at first and i myself thought the story would keep light until the end. However, the story was getting dark and i cried a lot.

i found some of turning point in this book. And they were always depressed me.

in the first turning point, it felt time passed so long until that tragedy.

In one part we felt the senior high school. Full of students, party, drink, etc. Fun. But on the next part, we would face the reality, about boys in war, life after school, work, pregnant, married.
Then we faced 'that part'. Everything changed, and i could feel it. How dark, gloomy, sad and the situation that Harmon described in this book felt like really happened around me.

Friday, March 3, 2017

Review: SeoulMate

|
My rating: 5 of 5 stars

Ewwww this book is really so much sweet inside!
Sudah lama sekali aku nggak baca novel-novel Indonesia, bukan teenlit sih ya kalau buku ini, brarti masuk apa? YA? YA Indonesia?

Yah itulah. Pokoknya buku ini udah masuk TBR entah dari kapan pokoknya udah lama banget tapi nggak pernah cukup beruntung untuk dapet bukunya.

Beberapa tahun kemudian (eceilah, lama amat put), dari IG Penerbit Haru aku mendapati bahwa novel ini ternyata di cetak ulang? Dan itu awalnya aku bertanya2 apakah ini novel yang lama sama yang dulu aku pinginin. Dan aku baru tau kalau ada webtonnya! Nggak tau kenapa saat itu kayaknya aku kepo banget, jadi aku pantengin webtoonnya yang gambarnya itu baguuus, dan emosi di dalam cerita webtoon itu juga nyampe. Agak kaget ternyata itu diangkat dari novel, dan akhirnya aku sadar kalau itu adalah novel yang lama. Akhirnya, karena aku lebih suka karya aslinya (novelnya) aku hunting lagi deh. Dan Alhamdulillah, akhirnya dapet juga bukunya. Itu juga aku langsung beli nomor 1-2 takut kehabisan.

Monday, February 27, 2017

Review: The Quirky Tale of April Hale

|
My rating: 5 of 5 stars

Awww this book...

Aku biasanya tidak membaca buku dari wattpad. Kalaupun aku membaca buku disana, biasanya karena aku memang penggemar berat penulisnya (mis: Colleen Hoover), yang lain? Enggak. Mmmm... belum ada yang selesai sih. Biasanya kalau bacapun itu karena untuk feedback story, jadi ya bukan sebagai penikmat jatuhnya.

Anyway, i didnt get this book directly from wattpad list.
Aku dapetnya dari goodreads, satu-satunya referensi terbaik sampai saat ini. Entah karena apa dan bagaimana suatu hari aku mendapati kalau sinopsisnya menarik dan rating buku ini juga cukup bagus, dan jatuhlah buku ini ke daftar TBRku. Kemarin aku lagi butuh banget bacaan dan finally, i chose this book!

Dan buku ini, aku sama sekali nggak ngeh kalau buku ini dari wattpad. Beruntungnya cerita ini masih diposting di wattpad, so... lucky me!
Detik pertama aku baca cerita ini, satu chapter, and i couldn't stop.

Sunday, February 26, 2017

Review: The Year We Fell Down

|
My rating: 4 of 5 stars

I think the first one i need to check before read a book is the synopsis (right! usually i only focus in rating).

No matter how many people like a book, when i know that the plot is not my type then i will still not like the book.

Anyway, i finally take this book to read first because the synopsis. Second the review, then i finally look the rating..

And i likeee it. The synopsis here tell me what i search from novel lately and i got it.

Even not all parts of this book are my favorite, but i still like the story. I especially like Corey character. She has kind of unrequited love to her friend and this friend has a girlfriend, so you can guess that she cannot reveal her feeling.

Corey tried hard to forget her feeling, and it's not an easy job. She still behaved like a friend to Hartley but secretly she tried to go away from him. The way she tried hard for that make me sad, but i also want to cheer her up! Oh, Hartley actually really a gentle man, and always care so much for her, but i can feel the way Corey feels. She tired with this kind of friendship, so finally she gave up. When she gave up finally Hartley knew his own feeling. That only there Corey in his heart. Aw, that sweet anyway..

Monday, February 20, 2017

Review: The Chronicles of Audy: O2

|
My rating: 5 of 5 stars

Finally!!
4 buku seri Audy ini kelar jugaaa~
Pokoknya lupa gimana awalnya kenal sama seri ini. Keluarnya rasanya udah lama tapi baru taun lalu aku mulai bacanya, gegara penasaran sama review-review yang bertebaran soal novel ini.
Awalnya aku juga mikirnya isinya bakalan cuma tentang orang yang sibuk ngerjain skrips nggak kelar-kelar. Eeee nggak taunya, fufu, ketemu sama tokoh2 unik di novel ini yang nggak jarang bikin mataku berlinangan air mata. Bukan karena sedih sih, kebanyakan karena terharu aja.

Waktu akhirnya seri terakhir keluar, mungkin karena udah kadung suka sama seri ini ya jadi yaudah aku beli aja waktu itu di togamas pun belum muncul bukunya, jadi dapet harga asli gramedia. Oya baca buku ini serius eman-eman banget. Ada kali ya udah hampir setahun yang lalu terakhir baca yang nomor 3. Habis rasanya sayang banget karena habis baca buku ini aku akan kepisah sama cowok-cowok 4R terutama si Rex yang diam-diam, dingin-dingin bikin melting pingin teriak itu.

Review: Éclair: Pagi Terakhir di Rusia

|
My rating: 5 of 5 stars

Mungkin novel ini bukan favoritku. Tapi kalau aku disuruh merekomendasikan satu novel, aku akan menyerahkan novel ini dengan senang hati.

Sebenarnya cerita di Novel ini adalah cerita yang mengharu-biru, bahkan terbilang bahagia di akhirnya. Karena misi atau tujuan awal cerita tercapai. Yaitu bagaimana kelima sahabat yang sudah terpisah dan terpecah-pecah akhirnya disatukan kembali. Oh... itu bukan perjalanan yang mudah, apalagi dengan banyaknya selipan kisah masa lalu di beberapa bagian, membuat cerita ini menjadi lebih menyedihkan.

Sejujurnya, sejak awal aku membaca review buku ini untuk mencari tahu kenapa novel ini cukup disukai, aku tetap tidak mengerti apa maksud review-review tersebut. Saat itu aku hanya merasa bahwa jika aku menemukan buku ini, aku akan langsung membacanya. Karena kebanyakan orang mengatakan novel ini bagus, sehingga aku jadi begitu ingin mencicipi buku dari Prisca Primasari ini. Yah, sayangnya aku tidak bisa menemukan novel ini dimana-mana. Entah itu di toko buku ataupun di rental buku. Mungkin ini buku lama sehingga cukup sulit untuk dicari lagi.

Tuesday, January 31, 2017

Review: Oppa & I Series

|
Oppa & I Series

My rating: 4 of 5 stars

Hari ini aku akan memulai review untuk #OppaSeries dimana buku ini merupakan edisi spesial 5 tahun dari Oppa & I. Huaaaaa ternyata udah 5 tahun guyss! Pantesan pas baca lagi kok kayak baca buku baru fufu ternyata udah lupa-lupa sama isinya.. duuh jadi kangen lagi kan sama tokoh2 favoritku disini hehehehe... .
.
Rasa senang akan buku ini trnyata langsung muncul ketika aku membuka halaman2 awal. Why? Pertama, jelas bagaimana cerita ini dibawakan di awal. Situasi di awal cerita langsung muncul sebagai misteri yg membuat penasaran: kenapa si tokoh merasa sperti ini? Apa yangg trjadi? Ada masalah apa? Yg jelas dengan begitu mau tidak mau kita akan lanjut baca hingga ketemu jawabannya. Kedua, aku suka banget sama bau dari buku ini (nggak nyambung ya) tapi aku suka banget, rasanya fresh jadi tambah semangat buat baca. Ketiga, buku ini menggunakan font yang sangat enak untuk dibaca: jelas, ringan, dan nggak bikin capek mata. Jadi secara sekilas, buku ini packagingnya lengkap. Oh, dan jangan melupakan covernya yang adem anget ini fufu. Kesan autumn dr covernya memang berbeda dari Oppa & I sebelumnya. Jadi kesan spesialnya lebih terasa. Dan terasa hangat dengan paduan warna coklat oranye, memberikan kesan berbeda dengan Oppa & I sebelumnya yang cenderung dingin dengan dominan warna biru.

Thursday, January 19, 2017

Book and I in 2016 - this beginning of 2017

|


Wow~ akhirnya aku menulis disini - bukan dalam sebuah review - disela-sela kesibukan yang saat ini lagi nggak sibuk jadi aku mau menyapa dulu.

Blog ini akhirnya official jadi memberi BBI. Alhamdulillah. Setelah pertimbangan sekian lama untuk memisahkan isi blog ini dari blog utama (http://aneka-catatan.blogspot.com), akhirnya aku memutuskan untuk menyendirikan review blog ini dengan review lainnya. Dan well, akhirnya blog ini lolos deh dan bisa gabung BBI.



Berikutnya! 
Hmm... blog ini masih baru sih ya, masih baru diisi untuk review buku maksudnya. Sejujurnya aku belum beres-beres, padahal di kepala pingin melakukan banyak hal untuk blog ini, secara nih blog masih sepi banget nggak tau ada yang mampir atau enggak kesini haha (kesian amat ya). Mungkin setelah ini aku akan mencoba merapihkan lagi, biar eye-catching gitu, soalnya kalau dibilang yaaa.. blog ini masih belum apa-apa dibanding blog temen-temen BBI yang lain, atau yang aku list di sidebar blog ini hehe.. doakan aja ya aku bisa bikin blog ini lebih menarik!

Masih berikutnya!
Di akhir 2016 kemarin, berkaitan dengan buku, aku bikin akun bookstagram @azareads (silahkan follow) . Nggak tau kenapa akhirnya aku bikin juga. Kemajuan sih ya, setelah bikin blog buku aku bikin bookstagram , rasa-rasanya tahun 2016 ini aku mendedikasikan diri menjadi bookworm, karena melihat hobiku yang paling dominan, nyata-nyatanya membaca adalah yang paling melekat sama diriku. Balik ke bookstagram, ini adalah sesuatu yang belum aku tau awalnya. Dulu suka banget tiba-tiba muncul di instagram foto-foto buku yang kok bisa eye catching banget sedangkan aku nggak pernah bisa bikin foto macam itu... Awalnya kerjaanku ya cuma stalking instagram yang isinya foto-foto buku itu, trus kelamaan kok jadi pingin coba ya bikin instagram yang isinya foto buku. Kayaknya bisa semakin banyak teman-teman pecinta buku (selain dari Goodreads) dan waktu pertama memulai: wow~ this is sooo interesting. Dan akhirnya sampai sekarang jadi ketagihan deh. Aku juga jadi belajar gimana mereka (bookstagrammer yang lain) mengambil foto-foto bukunya dan selain aku jadi istirahat mata sekaligus mupeng sama buku-buku yang mereka foto dan pingin punya, aku akhirnya dapat inspirasi untuk mengambil foto buku-buku sekarang. That's so exciting!



Last!
Nah, masih tentang buku. Tapi kali ini bukan tentang membaca. Aku sebenarnya udah lama nulis novel, dan setelah bertahun-tahun akhirnya aku menyelesaikan satu buku !! Huaaaa (pingin nangis satu tahapan terlaksana). Tapi masalah berikutnya adalah soal pembaca! Hmm... apa gunanya bikin buku ya kalau nggak dibaca, ternyata tantangannya masih banyak. Akhirnya aku kembali aktif di Wattpad setelah dulu hiatus setelah bikin di tahun 2014. Karena sekarang ceritanya udah selesai, jadi aku mulai posting ke Wattpad. Kalau kalian berbaik hati dan  berkenan, mampir yuk! siapa tahu suka lhooo. Usernamenya: @alinazaa




Yup! jadi itulaaah tentang aku dan buku. Fufu, entah kalian butuh atau enggak informasi ini, ini cuma untuk mengingatkanku saja apa yang sudah aku lakukan selain membaca buku dan menulis review di Goodreads. Yang pasti, semoga aku bisa membaca lebih banyak buku tahun ini. Amiiin~

Wednesday, January 18, 2017

Review: The Redemption of Callie & Kayden

|
The Redemption of Callie & Kayden

My rating: 3 of 5 stars

This book is good. Hey, i even cried a lot when i read it. But why 3 stars? Maybe bcause i don't really satisfied how the story turn from quite light in the first book and become so heavy in the 2nd book. I cannot bear the heavy issues this book bring. Maybe it's bcause me. Not bcause the story. Blame my recent mood anyway.

The story is really good enough and omg, the part i cried a lot, bawling like a baby was when finally Callie told her family about her tragedy. How her family respond to her story and after these a long time passed, hhhh, maybe bcause i didnt know what Callie's mother thought at that time except that it really something she would never get through. Knew her little daughter broke from still a little girl and, bcause she knew nothing at that time, and the story like a shocking bomb for her. Maybe for a mother it was really something that broke her. So, that reason only could make me cried. I think i always have this kind of reaction when the story tell about family.

Review: Frigid

|
Frigid

My rating: 5 of 5 stars

Never intended to read this book but finally i pick this one even before I put it in my TBR list. And again, i'm being different with other people bcause i want to give this book full stars.

I just thinking again, and finally I give this book 4 stars.
I looove the story from the beginning, but just a little thing, really a little thing in about 70% of book that i'm not really agree. Their misunderstanding. It's okay at the start, because they still couldn't read each other feeling clearly. But, at that moment, i mean in about 70% of the story, they should be more understand to each other. How Kayler behavior to Syd, and how different he with Syd compared to another woman. Okay, maybe Syd was still soo trapped in her thought of 'unrequited love' to Kayler that was she still couldn't be more confident, buttt, the way Syd solved the problem was quite cliche, like, she didn't want to hear Kayler explanation, at all. When usually Syd used to give her time for Kayler to explain. It made their relationship became a little shallow if we think how long they knew each other. But it's okay, because they finished their problem well and I like the ending. Like, really like it...

Sunday, January 1, 2017

Review: Archer's Voice

|
Archer's Voice

My rating: 5 of 5 stars

I actually intended to finish this book right before New Year, but it failed. I just finished it last night anyway.

-------------------------------
So, here my review for the first book I read in 2017.

I was so so sooo lucky!!

How come I found this book? What did I consider to take this book from my tbr instead another book? No idea. I actually was just pure lucky. Because whaatt? This book is incredibly good XD I finally find another story with good twisted, good conflict, good character, and good plot of course. And it is a perfect packaging!

When I read this book, a little while I remembered CoHo's book titled "Maybe Someday", about a man who lost his voice, and a woman who fall in love with this kind of guy. Of course it's different, I just thought about it because it brings the same conflict anyway.