Review: Kios Pasar Sore dan Cerita Orang-orang Biasa Lainnya
Kios Pasar Sore dan Cerita Orang-orang Biasa Lainnya by Reda GaudiamoMy rating: 4 of 5 stars
Kumpulan cerpen yang sangat menyenangkan untuk dibaca.
Setiap ceritanya bisa relate banget, sangat gong, atau bisa jadi kurang terhubung karena mungkin lebih relate di orang lainnya, and that's okay. Aku merasa cerita-cerita ini tidak untuk di'makan' semua sama setiap pembaca yang baca cerita disini. Aku merasa ada beberapa cerita yang sangat berkesan, ada yang cukup menarik, dan adapula yang selewat saja atau sama sekali tidak aku pahami meskipun aku sudah berkali-kali mengulang bagian itu.
Menurutku, judulnya sangat merepresentasikan pengalaman membacaku yang rasanya seperti lagi bergosip cerita tetangga atau orang asing yang 'gong' banget padahal mereka hanya orang-orang 'biasa' tapi punya cerita-cerita yang seringkali tidak kalah menarik dengan cerita-cerita para public figure. Bisa jadi itu cerita salah satu orang di tempat kerja, cerita penumpang dari orang lewat, yang jelas mereka ini adalah orang-orang biasa yang menjadi tokoh utama di obrolan cerita tongkrongan. Dan mengangkat tema seperti ini untuk dikumpulkan menjadi cerita-cerita pendek menrutuku adalah hal yang sangat menarik. Seringkali aku dibawa flashback ke momen-momen aku mendengar kisah-kisah yang disampaikan dari mulut ke mulut yang memiliki value cerita yangs sangat tinggi. Tapi bedanya, dalam buku ini bu Reda menyampaikannya dengan sajian diksi-diksi dan gaya bercerita yang sangat enak untuk diikuti. Setiap cerita punya 'suara'nya masing-masing, disesuaikan dengan latar cerita tokoh-tokohnya.
Cerita-cerita disini tidak selalu menawarkan pesan kehidupan. Kadang ada, kadang hanya cerita tanpa ending, kadang hanya selewat saja, kadang bikin cengoh. Aku merasakan banyak pengalaman di buku setipis ini.
Aku yakin siapapun yang sudah selesai membaca buku ini memiliki kisah favoritnya masing-masing, dan top 3 aku di buku ini adalah:
1. Pertemuan pertama: cerita pengemis dengan latar belakang kehidupan yang gong banget.
2. Dengan alamat: kenapa si paklik susah banget ditengok keluarga
3. Penulis Baru: kadang tidak tahu banyak itu lebih baik
Ini adalah cerita bu Reda yang pertama aku baca dalam bentuk kumpulan cerpen, dan aku harap aku akan berkesempatan mendapatkan cerita-ceritanya dalam bentuk novel yang memberikan kehangatan dan pelajaran hidup. Aku penasaran akan seperti apa pengalaman membacaku nantinya.
View all my reviews
Komentar
Posting Komentar
Regulation to fill the comment box:
>> Don't use Anynomous
>> Use your google account or just your link/ URL. The main point is, always put your name here :)
>> Cannot receive any spam comment such as comment that it's not relevant with my topic
>> When your comment does not appear, it because I haven't approve that or I haven't read that. So just wait until I read that, please understand :)
Thank you
-------------------------------------||-------------------------------------
Syarat menambahkan komentar:
>> Jangan berkomentar dengan menggunakan Anynomous
>> Gunakan account google kamu atau jika tidak gunakan URL, yang penting ada nama kalian.. :)
>> Tidak menerima komentar berisi spam..
>> Apabila komentar tidak muncul, berarti komentar kalian belum di moderasi. Jadi tolong mengerti ya.. :)
terimakasih