Review: Hello, Cello.

Hello, Cello. Hello, Cello. by Nadia Ristivani
My rating: 5 of 5 stars

Another novel adaptasi AU yang wajib kamu baca! novelnya bikin salting brutal berapapun usiamu hehehehe. Aku yang udah berkelana dengan novel-novel dan cerita romance, mendapati novel ini mampu untuk membuat kupu-kupu bertebrangan di perutku, serta novel ini terasa fresh meskipun menggunakan trope mainstream friends to lover.

Dan jangan lupa, di bagian ending aku dibikin nangis cantik karena tokoh-tokohnya yang keren, dan mau bertumbuh. Mereka sama-sama fokus ke diri sendiri sebelum masuk ke sebuah hubungan serius.

Dan apa ya, karakternya bikin aku cepat jatuh cinta. Mereka sama-sama membawa sebuah steorotip yang mana ternyata beda dari kenyataan asli tokoh-tokohnya.

Tokoh Cello yang ternyata tidak 'sebuaya' yang orang pikirkan tapi karena ia lelah berklarifikasi jadi diterima sajalah label tersebut ia justru malah memainkan perannya dengan baik, hingga Helga bisa melihat sosok sebenarnya Cello. Begitupun Cello yang selama ini sibuk menenteng ratusan cewek cantik elegan berbeda, tapi sekalinya ketemu Helga dia dibuat terpana oleh keunikan dan kerandoman sisi Helga sampai-sampai Cello nggak berani untuk modusin Helga, karena dia nggak mau dijauhin Helga. Itu sweet banget. Cello berencana untuk berteman aja sama Helga awalnya, sebelum akhirnya ia jatuh terlalu dalam.

Tapi Helga sebenarnya juga nggak berniat suka sama Cello, ia berusaha memasang dinding tinggi agar kuat menghadapi pesona Cello. Dia udah ngalamin patah hati berkali-kali dan dia tahu pasti seperti apa Cello di mata orang-orang dan kemampuan cowok itu untuk bikin cewek PHP, jadi yah, Helga berhati-hati. Meskipun ia tidak berniat berurusan terlalu lama sama Cello, tapi siapa sangka hanya Cello yang terus mendukung dan tidak pernah menghakiminya. Hanya cowok itu yang menerimanya apa adanya bahkan cowok itu menganggap apa yang Helga lakukan itu lucu dan menyenangkan.

Chemistry tokohnya adalah yang membuatku terpaku sama kedua tokoh ini,kemudian dilanjutkan alurnya yang sangat on point, nggak ada yang sia-sia semuanya bertujuan untuk perkembangan kedua tokohnya. Dan aku bacanya puas banget, dari awal sampai akhir puas banget.

Kalau boleh milih mana yang paling membuatku suka, itu adalah eksekusi endingnya. Eksekusi endingnya tidak hanya memuaskan, tapi juga dikemas dengan sedemikian rupa hingga membuatku menangis terharu membacanya, rasanya aku bisa merasakan semua rindu dan cinta yang dirasakan oleh tokoh-tokohnya. Pada akhirnya itulah yang membuatku nggak butuh lama untuk memberikan 10/10 untuk novel ini. Wajib baca! untuk kamu ingin novel-novel fluffy dan tetap bisa bikin berdebar-debar.

View all my reviews

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Magic Of You by Johanna Lindsey (Malory-Anderson Family #4)

Review: Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990

Review: Critical Eleven - Ika Natassa