Review: Fang Si-Chi's First Love Paradise

Fang Si-Chi's First Love Paradise Fang Si-Chi's First Love Paradise by Lin Yi-Han
My rating: 4 of 5 stars

107 halaman

Saat membbicarakan Si-Chi dari novele ini, aku sangat merasa sedih. Sakit banget membayangkan kehidupan yang ia ceritakan di novel ini. Apalagi kita mendapatkan POV kebejatan dari guru Lee itu.

Si-Chi, karena dia masih muda dan masih remaja, ada beberapa hal yang menurutku gagal dia cerna, karena kejadian di hidupnya itu sangat abnormal. Cara dia mengartikan cinta, cara dia merasa, menurutku diproses dengan kemampuan yang bahkan tidak mencapai bare minimum yang selayaknya seseorang dapatkan dalam hidup. Dia bahkan tidak bisa mendapatkan perasaan tenang, dan damai yang layak sewajarnya manusia. Usianya masih 14 tahun, dan novel ini menunjukkan bahwa Si-Chi sudah kehilangan hidupnya.


Setanpun minder melihat kelakuan bejat guru Lee Guo di novel ini.

Buku ini berhasil bikin aku merasakan banyak perasaan benci, muak, jijik, hinggara sanya berkali2 aku ingin lempar buku ini saking tidak tahan dengan sudut pandang dari manusia keji si guru Lee.

Dia mencoba melindungi dirinya sendiri, dengan cara memanipulasi pikirananya sendiri. Dia secara alam bawah sadarnya menolak menganggap dirinya adalah korban ketika dia memang adalah korban. Aku merasa itu adalah salah satu bentuk pertahanan dirinya karena kalau ia tidak berfikir demikian, untuk melanjutkan hidup nyaris tidak mungkin.

Sebenarnya dengan membaca buku ini kita akan belajar bahwa kriminalisasi dalam bentuk pelecehan, yang kesalahan selalu dilemparkan pada pihak perempuan adalah bentuk ketidakadilan. Sementara disisi lain orang-orang yang melakukan kejahatan adalah laki-laki yang tidak bisa menhentikan tindakannya untuk berhenti mengikuti isi pikirannya.

Terjemahan dan diksinya bagus

Lee Guo nih cuci otak juga , manipulatif. Dia kayak selalu punya kata-kata yang indah.

Aku bisa bilang bahwa cara Si-Chi menggambarkan kehidupannya begitu pilu, pedih, dan gelap. Itu bisa terlihat dari diksi-diksi dan kalimat yang ia bawa ketika gadis ini bertutur melalui POVnya.

Pedofilia, trus juga ada momen dimana para guru bergosip tentang anak2 di bawah umur yang ditidurinya.

Disturbing di bagian ketika masuk ke POV pelaku kriminal pelecehan seksualnya.


Ada beberapa sudut pandang

Si-chi sebagai tokoh utama (korban)
memanipulasi pikirannya sendiri agar bisa melihat entah gbagaimana caranya, sisi positif dari apa yang ia alami, dan mengubahnya dalam bentuk cinta. Itu sesungguhnya mustahil. Jika mengikuti POV Si-Chi, gadis ini mentalnya sendiri sudah terlalu rusak sehingga hanya alam bawah sadarnya yang berusaha untuk membuatnya tetap hidup.

Yi Ting
Pihak yang melihat dari luar, yang tidak hidup di dalam kehancuran sebagaimana tokoh-tokoh lain. Maka ia membuat drama sendiri dengan kepalanya dimana itu perlahan menghancurkan diri dan mentalnya sendiri. Caranya bersikap iri terhadap Si-Chi tanpa tahu apa yang terjadi pada sahabatnya, menunjukkan bahwa kebanyakan orang hanya sibuk menilai perilaku tanpa melihat apa inisiasi atau niatnya. Yi TIng tidak pernah tahu bahwa Si-Chi tidak lepas dari kondisinya bukan karena tidak mau, tapi tidak bisa. Ia sudah ada di kondisi tersebut terlalu lama sehingga ia bahkan tidak tahu dimana pintu keluarnya.

Hsiao-Chi
Traumanya diartikan sebagai sebuah bentuk cinta.
Dan saat ia disingkirkan oleh sumber yang ia anggap sebagai cinta, ia merasa dibuang, dan trauma itu tetap melekat dalam dirinya, meskipun ia sebenarnya sudah terbebas dari masa lalunya. Sesungguhnya masa lalunya terus menghantuinya sehingga menahannya untuk memiliki kehidupan yang layak.

Iwen
Sosok yang juga tidak akan bisa menolong siapapun pada akhirnya karena dia sendiri bahkan tidak bisa menolong dirinya sendiri dari situasi yang ia percaya bisa ia perbaiki dalam rumah tangganya. Iwen hidup dengan seorang suami abusive, yang selalu berhasil membuatnya untuk percaya kembali saat melihat sisi rapuh dan tidak berdaya suaminya. Ia percaya bahwa perilaku abusive itu bisa berakhir. Melihat bahwa di masa-masa normal suaminya bisa menunjukkan cara untuk memberikan kasih sayang dan cinta seperti apa yang Iwen inginkan. Tapi apakah memang semudah itu seseorang yang begitu mencinta menjadi begitu abusive?

Membaca novel ini seperti diajak menyaksikan bagaimana proses seorang gadis yang pintar, positif, memiliki masa depan cerah, memiliki kebijaksanaan dan harapan perlahan-lahan berubah menjadi seoran gadis yang kehilangan jiwanya dan akhirnya berakhir di rumah sakit jiwa. Kenyataan bahwa akan selalu ada orang-orang yang dihancurkan, menjadi korban, tapi pada akhirnya ia bukan hanya tidak diberi ruang dan kesempatan untuk mengungkapkan apa yang dirasakannaya, tapi ia diperlakukan dalam bentuk yang membuatnya bahkan terbiasa bungkam dan berusaha memelintir apa yang terjadi dalam hidupnya dengan framing normal ketika tidak ada satupun yang normal dari apa yang dialaminya.

Sedangkan disisi lain kita juga melihat bagaimana orang jahat yang sudah menghancurkan kehidupan manusia lainnya, merasa dirinya adalah baik sampai akhir. Bahwa dia memiliki hak untuk jumawa dan merasakan semua hal indah di dunia ini. Orang gila sebenar-benarnya yang bahkan dunia tidak tahu.

Kita juga akan belajar bahwwa dunia tidak hanya tidak adil, tapi juga kejam terhadap seseroang yang seharusnya tidak pantas mendapatkan kehidupan sekejam itu. Kita belajar bahwa ada orang-orang yang akan selalu tidak peduli, dan hidup seolah tidak ada hal yang cukup menyedihkan di dunia ini untuk mendapatkan perhatiannya. Bahwa hidup selalu mudah dan menyenangkan tanpa tahu bahwa disisi lain ada seseorang yang hidupnya dihancurkan oleh orang di sekeliling mereka. Kenyataan bahwa akan selalu ada orang yang seacuh tidak acuh itu dengan penderitaan dan hidup yang lain.

Dan disisi lain, kita belajar bahwa kadang situasi seseorang adalah untuk menjadi pembelajaran bagi seseorang yang mempelajari kehidupannya untuk bisa bersyukur dengan berkah yang di dapatnya. Karena hidup akan terus berjalan, yang hidup haruslah tetap hidup, meskipun langkah yang ia ambil pada akhirnya adalah hasil dari menjadi saksi kehidupan mengerikan seorang yang begitu dekat dengannya.

View all my reviews

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Magic Of You by Johanna Lindsey (Malory-Anderson Family #4)

Review: Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990

Review: Critical Eleven - Ika Natassa