2nd Chances with Sabimaraya




2nd Chance with Sabimaraya | | Romance, Family| |

Blurb: cek slide ke-2


🔅

Season 2 dengan nuansa yang lebih sendu.


Bercerita tentang kisah cinta Sabima dan Araya yang penuh perjuangan, di mana Araya telah lama memendam perasaan pada Sabima; setelah mereka akhirnya bersama dan menjadi orang tua, kebahagiaan mereka diuji ketika putri mereka, Isha, kehilangan suaranya, memaksa Sabima dan Araya menghadapi luka, rasa bersalah, dan ketidaksempurnaan diri demi menyelamatkan keluarga dan menemukan kembali arti kebahagiaan sejati. 




KESAN:

First of all, aku cukup gak nyangka karena ketika aku kira tinggal epilog doang, ternyata justru itu part aku paling banyak meneteskan air mata. Penulis berhasil membuatku merasakan di akhir, campuran antara duka dan haru yang berbaur di satu momen jadi satu. Dan semuanya berakhir dengan air mata. Hehe


Memulai membaca novel ini jujur aku nggak terlalu ingin yang gimana-gimana. Karena emang awalnya kan emang untuk pingin lihat aja bagaimana kehidupan Araya dan Sabima setelah bertahun-tahun setelah dari buku sebelumnya itu.




Awalnya aku kira buku ini bakal lebih banyak momen manis, lucu, gemes, dan bapernya seperti buku sebelumnya. Aku bertanya-tanya apakah ini adalah bonus cerita dari kisah sebelumnya untuk yang masih rindu Sabima dan Araya, atau ini adalah kisah yang harus diceritakan?


Tapi semua ekspektasiku terhadap novel ini ternyata terpatahkan dengan konflik-konflik yang dihadirkan yang memang sesuai untuk dihadapkan pada kedua tokoh utama ini. Cukup berat, tapi justru menunjukkan 'kedewasaan' para tokohnya tanpa perlu dijelaskan. Cara berfikir tokohnya, cara mengambil keputusan, dan cara mereka mengambil pelajaran dari kehidupan mereka.


Karena selain bicara tentang kehidupan dewasa Sabima dan Araya, kita juga akan dihadirkan pada kompleksitas kehidupan yang cukup berat bahkan untuk dijalani oleh orang dewasa sekalipun.


Best part untuk aku sih selain di konflik utamanya yang dieksekusi dengan sangat baik oleh penulis, adalah bagaimana cerita ini ditutup. Pesan apa yang ingin disampaikan di akhir, itu tersampaikan melalui momen-momen yang cukup emosional.


"Karena hidup, meski kehilangan satu pelita, harus tetap diteruskan dengan cahaya yang lainnnya"


 4,8/5🌟 (personal rate)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Magic Of You by Johanna Lindsey (Malory-Anderson Family #4)

Review: Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990

Menyelami Seni dalam Kejiwaan pada buku "Psikologi Seni"