Witch of Mine

Cerita ini mengambil POV dari kedua tokoh utama: Aswari dan Bian melalui POV orang ketiga. Dan buat aku, dari narasi sampai dialog interaksi aku suka banget. Benar-benar menggambarkan isi hati dari kedua tokohnya, dan sangat amat mengalir. 


Awalnya aku pikir Aswari ini adalah istri super menyebalkan dan gak patuh dan durhaka, tapi ketika masuk ke POV Aswari, aku paham kenapa dia demikian. 


Orang yang terlihat paling berisik dan ceria, biasanya luka yang dia pendam justru sangat menyakitkan. Itu menggambarkan Aswari.


Aswari dan Bian adalah pasangan yang secara visual akan sangat amat memanjakan mata. Aswari adalah independent woman, pemilik perusahaan sukses yang panjat sosial dari nol. Sedangkan Bian adalah anak konglomerat, pewaris dari kerajaan bisnis keluarga. Aswari sangat amat tegas dan memiliki boundaries yang jelas mengenai statusnya sebagai istri Bian. Sedangkan hidup dan pikiran Bian  pun selalu hanya terfokus kepada istrinya itu. Dari situ kelihatan kok bahwa keduanya saling mencintai sampai di titik mereka bisa saja jadi next Romeo and Juliet. 


Aku membaca novel ini dengan segudang rasa penasaran terhadap back story ceritanya. Kenapa cerita ini seolah diawali dengan perang dingin, gencatan senjata, lalu perang lagi, wkwk. Tapi interaksi mereka nih sangat menggemaskan walaupun isinya marah-marah mulu.


 Dan kali ini bukan pernikahan jodoh-jodohan ternyata, tapi justru pernikahan yang kedua tokohnya memang saling mencintai. Di banyak hal, aku bisa merasakan sebesar apa keduanya mencintai satu sama lain, tapi disisi lain aku juga bisa merasakan kebenciannya. Dan permasalahannya ada pada ego, harga diri, dan gengsi, yang akhirnya membuat keutuhan keluarga mereka menjadi terancam. Mengingat kedua tokoh utama ini adalah orang yang sukses jadi yah, memang bisa sisi tersebut cukup mendominasi.


Meskipun ada pola yang familiar dan membuatku mampu menebak arah ceritanya, tapi aku tetap sangat menyukai kemasan dan eksekusi cerita ini. Konflik-konflik dan rasa penasaranku dijawab dengan tuntas. Karakter-karakternya, adalah yang terbaik di cerita ini. Tokohnya mewakilkan sosok Iblis dan Penyihir dengan konsisten sampai akhir. Setelah mencapai akhir cerita, aku justru penasaran dengan cerita awal mereka dulu waktu SMA itu. Kayaknya kisah  sebelum mereka juga sangat tajam dan berliku. Tokoh Aswari sendiri memiliki kecenderungan super ekstrim. Lucunya aku kira Aswari doang, tapi ternyata Bian bisa nggak kalah ekstrim. 




Ini kenapa ya ceritanya tuh gak ada novel fisiknya?


Karena aku beneran suka banget 😭


Novel ini genrenya romance, marriage life, dan bukan perjodohan.


Ceritanya tuh tentang Bian yang mendapati istrinya yaitu Aswari, semakin seenaknya sama Bian, sang suami. 


Bian menyebut istrinya ini sebagai Penyihir. Karena kelakuannya yang 180 derajat berbanding terbalik sama Aswari yang dikenal Bian selama ini. Aswari yang sekarang tampak sangat angkuh dan sering merendahkan Bian.


Dan semakin Bian gak dihargai sebagai suami, dia akhirnya meledak juga dong, jadilah itu komunikasi mereka nih isinya adalah bertengkar, menyindir, tapi… ini yang menjadikan ceritanya seru dan menarik. Setidaknya menurutku.


Kita bisa melihat kedua tokoh utamanya ini sedang dalam kondisi love hate relationship. Kita bisa melihat bahwa Bian itu rela melakukan segalanya untuk gak bakal pernah meninggalkan Aswari. Chemistry keduanya gak bisa bohong kalau mereka  saling mencintai, tapi mereka selalu saja berakhir semakin membenci satu sama lain. 


Buat aku novel ini memenuhi segala ekspektasi aku untuk novel romance. 


1. Penggambaran tokohnya yang sudah matang dari awal.  Aku bisa percaya bahwa mereka akan membuat cerita romance ini menjadi layak untuk dibaca. 

2. Tokohnya gak tanggung. Aswari marahnya bisa mentok, Bian juga galaunya bisa mentok. Dalam artian, dua-duanya bisa melakukan hal yang ekstrim. Dan itu jadi nilai plus banget buat aku.

3. Konfliknya terasa seperti puzzle dan misteri sejak awal cerita. Dan waktu semua puzzle tersusun, aku merasa puas banget! Aku menyukai dampaknya ke diriku sendiri.

4. Narasinya ngalir dan enak banget diikuti. Mudah bagiku untuk masuk ke dalam ceritanya.

5. Endingnya memuaskan. Tipe aku banget. Dan ada extra chapter juga.

6. Novel ini masuk ke dalam daftar cerita yang akan aku ulang hanya untuk kembali pada emosi-emosi yg aku rasakan selama baca novel ini.


Jadi kalau kamu tertarik juga dengan ceritanya, baca ceritanya di wattpad cek deskripsi di bawah ya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Magic Of You by Johanna Lindsey (Malory-Anderson Family #4)

Review: Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990

Menyelami Seni dalam Kejiwaan pada buku "Psikologi Seni"