hidup mencari jalan pulang


Pacaran 7 tahun bukan berarti end gamenya bersama


Thala dan Samudra sekilas terlihat sebagai pasangan yang too good to be true.


Samudra yang memang suka menolong,


bertemu dengan Thala yang merasa tidak pernah benar-benar punya tempat pulang.


Samudra hadir seperti pahlawan di kehidupan Thala, menjadi tempat pulangnya yang baru.


Tapi sifat suka menolong Samudra, seringkali terasa seperti terlalu mencampuri urusan orang lain.


Sebagai seorang pacar, Thala merasa kadang sikap itu terasa berlebihan.


Tapi setiap kali ia merasa keberatan, keselahan selalu ditujukan padanya.


Sekali lagi, Thala kehilangan tempatnya pulang.



cocok untuk kamu yang sedang patah hati

terutama karena orang ketiga


bingung bagaimana menyembuhkan diri

butuh teman


kalian bisa berteman dengan Thala dalam cerita ini

Aku menyadari bahwa buku ini dibagi 3 part


part 1 itu perkenalan menuju konflik

kenalan sama latar belakang keluarga dan lingkungan Thala

bagaimana ia bisa pacaran sama Samudra, laki-laki yang ia anggap sebagai tempatnya pulang.

bagaimana ia bertemu dengan Lana, seorang gadis rapuh yang ternyata menjadi penyebab hancurnya hubungannya dengan Samudra.


part 2 kita akan dihadapkan pada bagaimaan Thala cukup berani mengambil keputusan untuk tidak hanya meninggalkan masa lalunya, tapi juga menyembuhkan dirinya dengan pelan dan dengan sabar.


Dan di part 3 kita akan bertemu dengan closure yang jujur aja itu menyakitkan banget ya buat aku memposisikan diri berada di posisi Thala. Tapi aku suka bagaimana novel ini membuatku melihat situasi dari sudut pandang Thala, yang serba harus melepaskan saat dia masih sedikit memberi ruang di hatinya untuk berharap hanya untuk kembali di kecewakan lagi dan lagi. Tentu aku sangat membenci Samudra dengan hal-hal yang dia tawarkan kepada Thala ketika gadis itu hampir saja selesai dengan masa lalunya, tapi itu juga membuatku berfikir bahwa kehadiran Samudra dan Lana sebagai salah satu fase dihidupnya Thala jg memberikan pelajaran hidup yang berarti untuk Thala sendiri. Bagaimana akhirnya gadis itu memutuskan untuk mengambil alih hidupnya sendiri dan fokus memberikan kebahagiaan untuk dirinya sendiri. Aku ikut bangga karena melihat development karakter Thala yang awalnya aku merasa karakter ini "dangkal" tapi semakin kebelakang ia memiliki kedalaman dan kebijaksanaan yanag ia peroleh dengan kesakitan2 yang terpaksa ia dapatkan untuk belajar. Oya, selain kita melihat cerita penyembuhan Thala melewati salah satu fase berat hidupnya, kita juga akan mendapat bagian-bagian dimana rasanya diajak ngobrol sama Thala karena ada part dimana sebagai pembaca kita juga dikasih ruang untuk mengisi semacam jurnal yang berkaitan dengan perjalanan hidup Thala. Ada banyak juga kata-kata bijak yang lembut dan menurutku sangat berarti untuk diambil maknanya.


Sejauh ini yang paling aku suka, itu adalah bagaimana Thala mau  berusaha untuk sembuh dari lukanya dan mengambil keputusan-keputusan sulit yang seringkali tidak berani orang ambil. Tapi keputusannya membawa dia untuk bangkit dan tidak hanya berakhir sebagai korban. Dan aku juga suka bagian-bagian dimana fokus di part 2 hanya pada Thala dan pesan-pesan yang ia kirim kepada orang yang telah menyakitinya.


dan melihat bagaimana Thala berusaha untuk menghadapi setiap lukanya dengan sabar, dan berani.


Dia tidak serta merta tenggelam dalam amarah, dan rasa sakit. Dia berusaha untuk bangkit, lebih dari waktu ke watku.


Karena dikemas dalam bentuk narasi, cerita, dengan karakter Thala yang bertumbuh dari lukanya, saat membaca cerita ini, aku jadi merasa mudah relate dengan tokohnya bahkan saat aku tidak mengalami hal serupa tokohnya. Apalagi kalau yang membaca memang sedang patah hati.


Proses yang dijalani Thala, cukup dengan dirinya sendiri, dan prosesnya bertahap. Kita akan melihat bagaimana ia menjalani setiap fasenya: murka, amarah, kesedihan, kesepian, kecewa. Bagaimana ia berduka, bagaimana ia berani untuk melangkah.  belajar menerima dan melepaskan bahkan ketika sangat berat melakukannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Magic Of You by Johanna Lindsey (Malory-Anderson Family #4)

Review: Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990

Menyelami Seni dalam Kejiwaan pada buku "Psikologi Seni"