melawan takdir
Aku beruntung banget sih punya kesempatan untuk bisa membaca novel ini?
Karena pelajaran hidup di dalam novel ini banyak banget bikin aku belajar.
Sebagai novel yang diangkat dari kisah nyata penulisnya.
Tulisan di novel ini terasa sangat berani, jujur, dan bermakna. Ada kali aku dibikin merinding pas bacanya, kadang juga dibikin meneteskan air mata karena tergerak sama ceritanya.
Apakah cinta bisa melampauan batasan agama?
Bagaimana seseorang bisa tetap berdiri saat dunianya hancur?
Itu adalah salah satu kesan yang aku dapatkan selama membaca novel ini.
Awalnya saat memulai perjalanan membaca buku ini, aku memikirkan apa yang melatarbelakangi agama yang berbeda bisa bersatu dalam ikatan pernikahan? Karena yang kupikirkan hanyalah kemustahilan.
Tapi dibanding bicara benar- atau salah, novel ini membuatku banyak belajar, bahwa cinta beda agama dalam cerita ini nggak sesederhana boleh tidak, atau benar salah. Bukan juga keputusan-keputusan yang diambil secara impulsif dan nggak memikirkan konsekuensi. Segalanya adalah perjuangan.
Dalam halaman-halaman awal membaca novel ini saja, hatiku terasa sakit dan teriris mengikuti perjalanan tokohnya bertahan hidup. Perjuangan dar der dor yang dialami tokoh dalam hidupnya membuatku berkali-kali ingin menangis. Rasanya susah sekali ya mendapatkan sedikit saja kebebasan di dalam hidupnya. Dan itu membuat segala perjuangan di cerita ini layak mendapatkan akhir bahagia yang sepadan. Setiap kali ada waktu bernafas, cobaan dan ujian hidup dihadirkan kembali dengan bentuk yang kadang kala membuatku merinding saat membacanya. Belum lagi saat tokoh mengambil keputusan-keputusan yang nekat dan ekstrim hanya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari yang hidup sodorkan kepadanya.
Secara narasi, novel ini mengalir dan page turner. Untuk novel dengan halaman yang hanya 250an, novel ini menurutku mampu untuk menceritakan segala konflik kehidupan yang dialami tokoh dengan sangat baik.
Overall melalui ceria ini kita diajak melihat bagaimana perjalanan hidup Shilvia: kisah cinta yang penuh rintangan karena perbedaan keyakinan, hingga akhirnya menemukan titik terang melalui hijrah. Kita akan melihat melihat pergulatan hati Shilvia — menghadapi luka, pilihan sulit, dan guncangan iman — seolah nyata di depan mata.
Aku sangat merekomendasikan novel ini untuk kamu yang ingin cerita yang di dalamnya memberikan kamu banyak perspektif tentang kehidupan dan pembelajaran yang bisa kamu ambil. Bahwa takdir bukan soal menyerah, tapi soal keberanian untuk terus melangkah. Bahwa kita harus berani menghadapi hidup, menerima takdir sekaligus berjuang, supaya bisa menemukan arti cinta, keyakinan, dan kehidupan yang sesungguhnya.
______________________________
Hidup sering menyudutkan kita untuk menyerah. Tapi menyerah seperti apakah yang kamu ambil ketika kamu dihadapkan pada jalan buntu dan menghancurkanmu?
5/5 untuk buku ini karena bagiku buku ini sangat inspiratif dan penuh dengan pelajaran hidup.
Perjalanan tokohnya yang juga diambil dari kisah nyata memberikanku banyak pelajaran dan bahan perenungan.
Dari seluruh perjalananku membaca kisah Shilvia Tan, aku banyak merinding sama bagaimana hidup mentransformasinya dengan cara yang indah.
Aku banyak belajar tentang berpasrah, percaya pada jalan Allah, berprasangka baik pada Allah, tidak mendahului takdir-Nya, dan betapa pentingnya niat ketika kita melakukan sesuatu. Dan betapa Allah adalah sebaik-baiknya pengatur kehidupan. Itu kudapatkan saat membaca kisah Shilvia Tan yang terus diterjang badai tanpa henti selama ia hidup. Keinginannya untuk punya kehidupan bahagia seolah selalu ditentang takdir, karena dibanding kebahagiaan, yg ia dapatkan adalah cobaan dan ujian hidup yang membuatnya terpuruk berkali-kali. Seberapa kuat ia bangkit dan mencoba lagi, kehidupan selalu punya cara untuk membuatnya jatuh lebih dalam lagi, hingga ia tidak punya pilihan selain menyerah.
Tapi menyerah yang Allah tunggu, adalah menyerah dengan berpasrah padaNya. Mengakui bahwa diri kita ini nggak punya apa-apa di dunia ini. Mengakui bahwa bukan kita nahkodanya. Bahwa bukan kita yang kontrol kehidupan. Allah selalu punya cara untuk membolak-balikkan kehidupan.
Dan kalau kamu ingin tahu bagaimana perspektif dan pemahaman itu semakin mengakar padaku setelah membaca buku ini, mungkin itu adalah pertanda untukmu baca juga buku ini. Langsung saja klik kiri bawah kalau kamu tertarik baca novelnya.
Komentar
Posting Komentar
Regulation to fill the comment box:
>> Don't use Anynomous
>> Use your google account or just your link/ URL. The main point is, always put your name here :)
>> Cannot receive any spam comment such as comment that it's not relevant with my topic
>> When your comment does not appear, it because I haven't approve that or I haven't read that. So just wait until I read that, please understand :)
Thank you
-------------------------------------||-------------------------------------
Syarat menambahkan komentar:
>> Jangan berkomentar dengan menggunakan Anynomous
>> Gunakan account google kamu atau jika tidak gunakan URL, yang penting ada nama kalian.. :)
>> Tidak menerima komentar berisi spam..
>> Apabila komentar tidak muncul, berarti komentar kalian belum di moderasi. Jadi tolong mengerti ya.. :)
terimakasih