READING UPDATE: Sweet Like Acai Bowl
4.7/5
Sinopsis
Sheey jatuh cinta sama Sadib,
Sheey masuk ke sekolah yang sama dgn sadib biar jadi adek kelasnya/
Sheey gaspol 'ngejar' sadib tapi sadib dingin.
Sahabt2 sheey takut sheey malah bikin sadib ilfeel jadi suruh untuk menahan dirinya.
Sheey akhirnya buka usaha acai bowl berbekal informasi makanan kesukaan sadib dan sadib berhasil jadi pelanggan tetapnya, karena acai bowl itu memanng gak banyak yang jual, bisa dibilang yang terdekat cuma Sheey. Tapi sadib gak pernah tau kalau owner acai bowl langganannya adalah sheey sebagai usaha sheeey ngejar Sadib.
Sheey ini definisi membuat jalannya sendiri untuk bisa deket sama crushnya.
reading update 1
sadib dan sheey digambarkan sesuai dengan usianya. Kesederhanaanya, kepolosaannya, perasaannya, mereka bukan karakter yang terasa dewasa tapi mereka terasa tumbuh sesuai porsinya, ketika keluarga masih menjadi alasan utama mereka memiliki karkater yang mereka miliki.
Sadib selalu berusaha mengejar keinginan dan ekspektasi orang tuanya di bidang akademik, demi sebuah apresiasi yang sangat valid apabila remaja sepertinya menginginkan hal tersebut. Tapi apresiasi itu tidak pernah kunjung diberikan, orang tuanya hanya tahu cara untuk menuntut Sadib melebihi apa yang seharusnya bagi anak seusianya sudah cukup. Sadib ini sebenarnya sudah sangat pintar dan cemerlang di sekolahnya, tapai kembali lagi, itu gak pernah cukup untuk kedua orang tuanaya.
Oleh karenanya, meskipun banyak orang dan perempuan mengagumi dirinya, Sadib hanya fokus belajar dan belajar.
Sheey menjadi angin segar baginya. Sheey bisa dibilang gadis yang secara terang-terangan mendekatinya dan pantang menyerah. Sadib yang awalnya tidak peduli dengan sekitarnya selain pelajaran, mulai menyadari sosok Sheey yang hadir dan mengisi hari-hariinya. Sosok Sheey yang ceria, aktif, optimis, berenergi. Kehidupan Sadib berubah tidak lagi hanya seputar pelajran, tapi disisi warna baru berupa kehadiran Sheey dan keluarga Sheey yang jauh lebih hangat dibandngg pkeluarganya sendiri.
Sadib ternyata selama ini terasa dingin bukan tanpa alasan, tapi karena ia memang hidupnya berporos di satu titik: akademik dan orang tuanya. Karena orang tuanya tidak pernah mengapresiasi, maka Sadib terbiasa membekukan hatinya, maka ia terbiasa menjadi dingin. Oleh karenanya, tidak heran ketika Sheey hadir, perlahan Sadib mulai cair dan kehangatan yang dia rasakan dengan kehadirn Sheey terasa pelan tapi ternyata juga yang ia butuhkan.
Cuma ya, Sadib ini good boy banget deh. Dia itu karakternya memang pure banget. Sakit hati akan perlakuan yang ia dapat dari keluarganya hanya membuatnya reendah diri, tapi tidak mengurangi kebaikan hatinya, kepeduliannya, dan sisi-sisi hangat dari dirinya yang sebanrnya selama ini hanya tertutup saja. Beruntunglah Sheey yang bisa mendapatkan siisi hangat dan peduli bahkan menggemaskan dari Sadib yang cowok itu bahkan tidak sadar dia punya. Dan kuakui, insting Sheey pintar memilih orang untuk dia jatuh cinta.
Reading update 2
Cara tokoh Sadib bicara sangat santun bahkan untuk teman seumurannya. Apalaagi waktu dia malu-malu, itu gemes si Sadib ini. Aku rasa dia itu selama ini juga bukan dingin ya, hanya pendiam saja sehingga ngomongnya juga irit bagnet. Sadib ini karakter yang makin kamu kenal sama tokohnya, kamu bisa semakin jatuh cinta. Saat bicara dia gak cuma santun, tapi juga tenang.
Yang menarik ya dari novel ini adalah: semakin Sheey mengenal Sadib, semakin Sadib memberi alasan untuk Sheey dan pembaca jatuh cinta sama dia.
reading updatre 3
Sheey memberikan ruangg untuk Sadib menyadari bahwa adirinya hanyalah seoran gremmaja, yang masih boleh bersenang-senang, menikmati dunia. Bukan hanya belajar belajar dan belajar. Dia mungkin terbiasa belajar tapi saat dunia baru terbuka, sebenarnya dia hanyalah remaja yang dipaksa mengikuti keinginan orang dewasa di saat sebenarnya masih ada anak-anak dalam dirinya. Dan Sheey membangkitkan hal tersebut dalam diri Sadib. Hal ini disampaikann dengan mani melalui bagaimana perubahan ini dituliskan. (hlm. 107: perubahan perasaan Sadib)
Novel ini bukan hanya bakal relate dan cocok sama anak sekolah ya,
Gaya tulisannya universal
penulisannya yang baik, rapih, dan show ini sangat membantu untuk orang yang nggak relate pun untuk bisa menikmati ceritanya. Seperti misalnya, orang dewasa jadi kayak nostalgia, balik cengar cengir meskipun yang dibaca adalaha cerita SMA. Seolah-olah aku mengalami menjadi Sheey dan melihat Sadib melalui matanya. Sadib yang serius, kaku, irit bicara, dan dingin, dituliskan dengan baik sehingga saat perubahan dia digambarkan sebagai karakter yang maskulin tapi lembut, itu bukan sekedar pernyataan, tapi karakterisasi yang juga sanngat terlihat melalui gestur tokohnya.
reading update 4
Sadib ini act of service banget, tapi dia juga kalau ngomong lembut dan santun. Kesannya kayak too good to be true kan? Tapi Sadib nih gak terasa too much gitu lho walaupun sekilas terasa terlalu bagus ya karakter dia. Hanya saja penggambaran karakternya grounded.
reading update 5
disini pas masuk ke konflik yang cukup berat, aku mulai merasa agak 'patah' sama ceritanya, agak kurang mulus gitu. Aku paham alasan kenapa tokoh-tokohnya itu berubah sikap. Yang tadinya santun, dan lembut lalu jadi dingin. Sbenearnya ada alasannya sih: seperti sadib yang sedangg ada tekanan brutal dari orang tuanya, sehingga dia jadi menganggap Sheey dan hobi mainnya itu sebagai sesuatu yang 'receh'. Tapi kenapa ya aku memrasa gak mulus gitu. Kayak terasa tiba-tiba meskipun ada penyebab dan alasannya.
Sebelumnya juga gitu, waktu Sheey marah karena Sadib gak nepatin janji. Aku paham alasan marahnya Sheey, dan aku paham kenapa dia tiba-tiba jadi ketus. Tapi untuk kadar rasa sukanya yang sebesar itu kepada Sadib, apakah bisa berubah secepat itu? Tapi disisi lain, melihat Sheey yang nunggu berjam2 sampai dia demam karena kehujanan, belum lagi acai bowlny asampai harus dibuang aku bisa memahami sih sebesar apa eeffortnya terasas dihianati. Tapi aku merasa agak tiba2 dan gak mulus gitu. Kenapa ya.
Ada part dimana aku ngerasa pacingnya terlalu cepat sehingga ketika ada perubahan karakter, aku sempet ikut kaget juga. Tentu saja semua beralasan ya dan mungkin karena tokohnya masih remaja yang meski sedewasa apapun kadang ada saja yang tidak diterjemahkan secara matang dalam komunikasinya. Cuma kalau di aku sendiri jatuhnya agak terasa kurang mulus aja sih.
Ada bagian di mana aku merasa pacing-nya terasa sedikit terburu-buru, sehingga transisi perubahan karakternya membuatku cukup terkejut. Meskipun semua tindakan tokohnya memiliki alasan yang logis mengingat mereka masih remaja yang komunikasi emosionalnya belum matang, namun bagiku pribadi, eksekusi perubahannya terasa sedikit kurang mulus. Tapi kayaknya sih ini untuk ngasaih ledakan konflik dan resolusi yang cepat di tenegah ya, aku gak tau tapi bab 14-18 tuh menurutku banyak yang terjadi. Dari mulai Sadib ketahuan berbohong, dida dikurung ditampar, trus dia marahan sama Sheey karena hari dia aketahuan dan dikurung ternyata Sheey itu nunggu sambil ujan2an sasmpe edemam dan bahkan buang acai bowlnya yanag udah susah payah dibuat. Sekalinya mereka baikan, Sadib lagi2 dibanding2in sama sodaranya dan semakin mendekati OSN dia stress berat sampai akhirnya dia jadi lepas kendali dan menganggap Sheey mengganggu usaha belajarnya dia. Sheey sakit hati dan sedih, Sadib mendadak berubah sikap dan gak lama sadib masuk rumah sakit karena pingsan saat belajar. Meskipun di bab 18 konflik keluargag sadib selesai, tapi apa yang tersisa dari rumitnya di bab ini bikin perubahan karakter Sheey dan Sadib ini kebawa sampai bab berikutnya. Meeskipun semua ini sangat menarik sebbagai foreshadow di bab2 berikutnya, tapi bab 14-18 dengan kompleksitas certa tersebut menurutku terasa cepat.
Tapi ada lagi bagian lain yang menurutku pacingnya pas. Thanks to bab 14-18 yang walaupun terasa cepat dan terburu2 tp jadi foreshadow yg bagus utk ban setelahnya. setelah bab 18, karena mungkin ya, karena udah kebawa sama apa yang terjadi jadi aku udah gak kaget lagi waktu lihat sadib masih dingin, dan justru alasan dia ketus tuh terasa grounder. Dilema dia krn sebenernya dia cm denial juga terasa emosinya. Penggambarannya disini cukup jelas dimana Sadib kan aslinya good boy ya jd sekalinya dia ngelakuin kesalahan krn pernah lepas kontrol emosi, rasa bersalahnya jd sangat kuat untuk membuat dia tidak pantas bersanding sama Sheey dan malah berharap sheey sibuk sama dunianya dia aja. Walaupun malah jadi kelihatan makin parah ya sikap Sadib terhadap Sheey jadinya. Nah disini tuh aku justru malah paham sama kelabilah Sadib sebagai remaja. Konflik batinnya dia yang labil menguatkan bahwa dia masih remaja. Dia bersikap sok dewasa menjauhkan Sheey tapi juga dia sebenernya masih pingin deket sama Sheey. Dia hari2 bersikap dingin sama Sheey, tp dia juga menyesal dan pingin minta maaf. Nah labilnya dia justru kerasa disini makannya buat aku tuh pas bagian ini jadi gak ngerasa mendadak dan pas. Sebagai pembaca aku pun jadinya ikutt erbawa emosi atas kelabilan karakternya.
hlm 254
ini lagi ya pas halaman ini si Sadib kan ngerasain karma diabaikan dan gmn rasanya Sheey kalau marah itu gak enak.
Dia nyesel.
Tp dia kan pernah ngerasain itu juga (di bab 14-18 tadi). Dia bahkan udah senyesel itu. Kenapa malah masuk ke lubang yang sama?
Gaya bercerita (versi gemini belum di edit)
Novel ini ceritanya matang: tulisan, alur, dan karakterisasinya. Penulis bisa bikin cerita SMA yang tetap asyik dibaca umur berapa pun. Nggak berlebihan, jadi kita yang udah lewat masa sekolah pun tetep bisa nyambung.
Penulisnya jago banget bikin kita larut dalam cerita. Kita kayak diajak balik lagi ke masa sekolah dengan cara yang menyenangkan, sampai bisa ikut senyum-senyum sendiri ngerasain perasaan karakternya."
Karakter Sadib memiliki dimensi yang utuh. Perubahan itu nggak cuma 'katanya' penulis aja, tapi beneran kelihatan dari sikap dan gestur Sadib di sepanjang cerita. Karakterisasinya kerasa hidup banget!
Penulis sangat lihai menuliskan konflik keluarga yang tersirat. Kita bisa merasakan beban di pundak Sadib melalui detail-detail kecil yang justru lebih 'berisik' daripada dialog panjang lebar. Konflik batinnya digambarkan dengan sangat membumi. kerentanan) yang ditunjukkan dengan jujur mengingatkan kita bahwa di balik sikap dinginnya, dia tetaplah anak remaja yang punya rasa takut dan lelah
Overall
habis yang pertengahan aku sempet ngerasa terburu2 itu, cerita dieksekusi mulus dan memuaskan sampai akhir

Komentar
Posting Komentar
Regulation to fill the comment box:
>> Don't use Anynomous
>> Use your google account or just your link/ URL. The main point is, always put your name here :)
>> Cannot receive any spam comment such as comment that it's not relevant with my topic
>> When your comment does not appear, it because I haven't approve that or I haven't read that. So just wait until I read that, please understand :)
Thank you
-------------------------------------||-------------------------------------
Syarat menambahkan komentar:
>> Jangan berkomentar dengan menggunakan Anynomous
>> Gunakan account google kamu atau jika tidak gunakan URL, yang penting ada nama kalian.. :)
>> Tidak menerima komentar berisi spam..
>> Apabila komentar tidak muncul, berarti komentar kalian belum di moderasi. Jadi tolong mengerti ya.. :)
terimakasih