Review: Ada Zombie Di Sekolah

Ada Zombie Di Sekolah Ada Zombie Di Sekolah by Intanzs
My rating: 3 of 5 stars

Novel Ada Zombie di Sekolah menyajikan premis horror-survival yang kental dengan nuansa remaja.

 Ceritanya berfokus pada sekelompok siswa yang terjebak di sekolah saat wabah misterius mengubah teman dan guru mereka menjadi mayat hidup. 

Ketegangan cerita ini dibangun melalui elemen time loop (pengulangan waktu), di mana karakter utamanya harus mencari cara memutus rantai kejadian mengerikan tersebut sambil mengungkap misteri di balik kemunculan para zombie.

Dari segi perkembangan karakter dan romansa, aku merasakan adanya perkembangan emosional yang baru benar-benar bisa dinikmati ketika cerita memasuki pengulangan ketiga. Di titik inilah hubungan antara Zen dan Ola mulai menunjukkan chemistry yang kuat. 

Sepertinya itu karena di awal aku merasa building karakternya belum cukup kuat, sehingga baru di pengulangan ketiga aku mulai merasakan keterikatan emosional di antara mereka.

Menariknya, meskipun ada bumbu romansa di tengah kejaran zombie, aku menyarankan untuk lebih fokus menikmati alurnya saja. 

Ada sisi ironi yang cukup terasa di ending-nya; kalau kamu terlalu berharap pada kemanisan romansanya, siap-siap saja buat patah hati berkali-kali, hehe.

Bagian yang paling aku apresiasi adalah eksekusi ending-nya. Jujur, aku nggak kepikiran alurnya akan dibawa ke arah tersebut. 

Segala pertanyaan yang sempat muncul selama aku membaca akhirnya terjawab dengan cukup baik melalui plot twist di bagian epilog. 

Eksekusi ini sukses membayar rasa penasaran dan memberikan pay-off emosional yang cukup. Meskipun di awal aku merasa sulit terhubung dengan para tokohnya, penutupan ceritanya berhasil memberikan rasa sendu dan kesedihan yang membekas. 

Secara keseluruhan, novel ini memiliki premis dan tema yang sangat menarik. Aku rasa eksekusinya di beberapa bagian masih bisa dirapikan lagi, tapi ide besar dan arah ceritanya menurutku sangat menarik. Aku tetap merekomendasikan buku ini sebagai "gerbang masuk" yang seru bagi pembaca remaja usia 13-18 tahun. Bagi pembaca dewasa, novel ini tetap bisa dinikmati sebagai hiburan ringan yang punya kejutan tak terduga, asalkan kita tetap memposisikan diri sebagai pengamat petualangan mereka.

View all my reviews

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Magic Of You by Johanna Lindsey (Malory-Anderson Family #4)

Review: Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990

Menyelami Seni dalam Kejiwaan pada buku "Psikologi Seni"