REVIEW 14 DAYS ISABELLA
Novel 14 days isabella bercerita tentang misi Isabella untuk mendapatkan kasih sayang keluarganya 14 hari sebelum hari ulang tahunnya yang ketujuh belas tahun. Nah misi ini sebenarnya sudah berlangsung selalma 16 tahun hidupnya tapi belum juga membuahkan hasil. Hal itu dikarenakaan Papa Isabellah, Angga, memendam kebencian yang mendalam selama 17 tahun lamaanya karenea istrinya meninggal saat melahirkan Isabaella.
Isabella menulis perjalanannya selama 14 hari itu dalam sebuah diary yang menjadi teman seperjalanan dia untuk mencari misi itu. Apakah misi dia untuk mendapatkan kasih sayanng akan berhasil didapat?
Jujur, baca novel ini bikin perasaan aku campur aduk banget. Di satu sisi, aku harus angkat jempol buat gaya penulisannya. Rapi, bagus, dan cantik. Aku suka banget cara penulis membangun monolog batin Isabella yang kerasa pas sesuai usianya. Ketakutan dia dan deskripsi perasaan rapuhnya digambarkan begitu hidup sampai aku benar-benar bisa masuk ke dalam narasinya. Secara teknis, buku ini sangat nyaman untuk diikuti.
Tapi, kenyamanan itu langsung bentrok waktu aku membedah karakter Angga, Papa Isabella. Sebagai pembaca yang sangat character-oriented, aku sulit menerima penokohan yang terasa ekstrem jahat tanpa wilayah abu-abu. Meskipun aku diberi akses ke point of view Angga berkali-kali, aku tetap gagal untuk fully connect dengan jenis kebencian yang dia tanggung.
Aku ngerasa Angga ini tokoh yang terasa 'jauh' dan asing, dan egois sampai akhir. Aku nggak bisa nemuin jiwanya sebagai seorang ayah. Selama baca, aku kayak cuma melihat sosok yang 'diprogram' buat benci tanpa henti, sampai akhirnya dia baru sadar pas keadaan sudah mepet. Buat aku yang sangat mementingkan perasaan karakter, Angga ini kerasa kosong.
Perubahan mendadaknya menjadi "ayah yang baik" di ujung cerita, di mataku, hanyalah bentuk ketakutan dia atas rasa bersalah yang tidak ingin dia tanggung untuk kedua kalinya. Bikin aku makin sedih buat Isabella karena kasih sayang yang dia dapet itu kerasa kayak 'hadiah penghibur' di saat terakhir aja.
Sayangnya, aku tidak merasakan bahwa rasa sayangnya muncul karena dia melihat Isabella sebagai "manusia", tapi lebih karena dia takut kehilangan lagi. Aku nggak terima kalau Isabella harus "mengorbankan nyawa" hanya agar ayahnya sadar. Seolah-olah, Isabella baru dianggap berharga kalau nyawanya sudah di ujung tanduk.
Kalaupun Papa Isabella aterlihat sedang mendapat hidayah, buat aku ini adalah penebusan yang terlalu murah dan instan. Memang, Isabella memaafkan dengan mudah karena dia anak yang sangat baik, tapi itu bikin ayahnya jadi "enak banget". Harusnya, dia setidaknya tahu malu. Pemaafan dari korban bukan berarti pelaku bisa langsung bernapas lega tanpa usaha lebih untuk menebus waktu yang hilang.
Aku tahu latar belakang kesedihan Angga, tapi itu tetap tidak berhasil menggerakkan emosiku karena perkembangan karakternya terasa kurang matang. Saat dia penuh kebencian, aku nggak bisa menyatu dengan dukanya. Saat dia kembali menyayangi, aku merasa dia belum layak.
Novel ini akan cocok untuk remaja atau kamu yang menyukai melodrama dengan emosi hitam-putih yang fokus pada nasib tokoh utama . Namun, bagi yang sangat character-oriented sepertiku, kamu mungkin perlu mengabaikan beberapa logika untuk tetap menikmati ceritanya. Intinya untuk novel ini, nikmati saja emosinya, tapi jangan terlalu dalam mendebat logikanya.
Komentar
Posting Komentar
Regulation to fill the comment box:
>> Don't use Anynomous
>> Use your google account or just your link/ URL. The main point is, always put your name here :)
>> Cannot receive any spam comment such as comment that it's not relevant with my topic
>> When your comment does not appear, it because I haven't approve that or I haven't read that. So just wait until I read that, please understand :)
Thank you
-------------------------------------||-------------------------------------
Syarat menambahkan komentar:
>> Jangan berkomentar dengan menggunakan Anynomous
>> Gunakan account google kamu atau jika tidak gunakan URL, yang penting ada nama kalian.. :)
>> Tidak menerima komentar berisi spam..
>> Apabila komentar tidak muncul, berarti komentar kalian belum di moderasi. Jadi tolong mengerti ya.. :)
terimakasih