Ayah Berjuang Sendiri itu Capek



Sebuah bacaan yang membuat kita jadi mau bertahan dan lanjut berjuang.


novel berjudul Ayah, berjuang sendiri itu capek!

Brichia seorang anakk dari pedagang ayam potong, memiliki cita-cita sebagai seorang dokter setelah kepergian ibundanya. Ia tinggal bersama ayah dan kakaknya dengan ekonomi yang cukup prihatin sehingga di tengah kegigihan Brichia dalam mengejar cita-citanya, ia juga harus membantu jualan keluarganya.


Begitupun, Brichia saat mendapat beasiswa hingga ia bisa  Koas juga tidak mudah. Ia sering dibuat susah oleh teman-temannya dan kenyataan bahwa untuk bisa bertahan harus selalu memiliki "uang" sangat menjadi tamparan bagi Brichia.


Perjalanan dan perjuangan Brichia dalam melalui kehidupannya yang berat hingga ia bisa melewati semua cobaan yang ia terima mungkin terdengar klise, tapi aku merasa selama membaca ini banyak hal yang terasa cukup realistis dan banyak terjadi di kehidupan nyata.


Cobaan demi cobaan yang menimpa Brichia bukan sekedar drama, tapi memang bisa dan mungkin terjadi di kehidupan siapapun. Dirinya yang idealis dan harus bertarung dengan tuntutan dan ekspektasi yang tidak mendukungnya, juga cukup sering aku temui. Bahkan saat ia dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit, jujur aja aku sangat bisa relate dengan karakternya.


Novel ini ditulis dengan narasi yang ringan dan sangat mudah diikuti, gaya penulisannya juga nyaman dan mengalir. Kamu juga akan menemukan banyak sekali kutipan relatable ketika membaca ini. Siapapun yang ingin bacaan-bacaan yang menunjukkan bahwa hasil yang baik akan sepadan dengan kerja keras yang diupayakan, kamu bisa membaca novel ini. Kalau kamu masih remaja, kamu juga bisa banget baca buku ini langsung saja klik kiri bawah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Magic Of You by Johanna Lindsey (Malory-Anderson Family #4)

Review: Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990

Menyelami Seni dalam Kejiwaan pada buku "Psikologi Seni"